PRESSCORNER.ID – NEW YORK. Gubernur Federal Reserve Amerika Serikat, Michael Barr, memperingatkan bahwa tekanan di sektor kredit privat dapat memicu “contagion psikologis” (efek domino) yang berpotensi menyebar dan menyebabkan pengetatan kredit yang lebih luas di sistem keuangan.
Pernyataan tersebut dilaporkan Bloomberg News pada Minggu. Barr menilai bahwa meskipun hubungan langsung antara bank dan kredit privat saat ini belum terlihat “sangat mengkhawatirkan”, terdapat sejumlah area yang tetap perlu diwaspadai, termasuk keterkaitan sektor asuransi dengan lembaga pemberi pinjaman privat.
“Orang mungkin melihat kredit privat dan tidak mengatakan ini hanya masalah idiosinkratik atau pinjaman berisiko tinggi, tetapi justru berpikir ada retakan di sektor korporasi secara keseluruhan,” ujar Barr.
Ia menambahkan bahwa persepsi seperti itu bisa menyebar ke pasar lain, termasuk pasar obligasi korporasi, dan pada akhirnya memicu penarikan kredit yang lebih luas serta meningkatkan tekanan keuangan.
Sektor kredit privat sendiri diketahui sedang berada di bawah tekanan akibat perlambatan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah investor mulai menarik diri dari instrumen ini karena kekhawatiran terhadap valuasi dan standar pemberian pinjaman, terutama setelah beberapa kasus kebangkrutan besar yang mencuat ke publik.
Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell pada Maret lalu menyampaikan bahwa regulator terus memantau perkembangan di sektor kredit privat, namun belum melihat adanya indikasi yang dapat mengguncang sistem keuangan secara keseluruhan.
Pernyataan terbaru Barr ini menambah sorotan terhadap potensi risiko tersembunyi di luar sistem perbankan tradisional, di tengah kondisi pasar keuangan global yang masih tidak stabil.











