BeritaBisnis

Bisnis Photobooth Kian Booming, Epson dan Master Plotter Bidik Peluang

Avatar photo
9
×

Bisnis Photobooth Kian Booming, Epson dan Master Plotter Bidik Peluang

Sebarkan artikel ini
Bisnis Photobooth Kian Booming, Epson dan Master Plotter Bidik Peluang


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Tren self-photo studio dan photobooth terus berkembang di Indonesia, membuka peluang bisnis baru di sektor ekonomi kreatif.

Epson Indonesia bersama Master Plotter menangkap momentum ini dengan mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang lebih terintegrasi bagi pelaku industri.

Pertumbuhan industri ini dipicu oleh perubahan perilaku konsumen pascapandemi, terutama di kalangan generasi muda yang mencari pengalaman hiburan singkat namun tetap personal.

Secara global, pasar photobooth diproyeksikan mencapai US$1,9 miliar pada 2034 dengan laju pertumbuhan tahunan hingga 14,8%.

CEO Master Plotter Djulwardi menilai, peluang bisnis ini masih terbuka lebar seiring meningkatnya minat terhadap self-photo studio.

“Melalui kegiatan customer photo gathering, kami ingin menghadirkan ruang berbagi pengalaman sekaligus edukasi bagi pelaku maupun calon entrepreneur di bidang fotografi. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu mereka yang ingin terjun ke bisnis self-photo studio yang saat ini sedang berkembang pesat dan masih memiliki potensi pertumbuhan besar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

Dari sisi bisnis, investasi awal untuk satu unit photobooth berkisar Rp50 juta hingga Rp100 juta.

Dengan lokasi strategis dan volume kunjungan yang tinggi, periode balik modal (payback period) bahkan bisa dicapai dalam waktu sekitar tujuh bulan.

Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam penyediaan perangkat dan sistem pendukung, mulai dari kamera, printer, software, hingga sistem pembayaran.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Epson dan Master Plotter menghadirkan solusi terintegrasi, mencakup perangkat cetak, media, hingga software berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terhubung dengan sistem pembayaran digital dan distribusi berbasis cloud.

Epson, misalnya, memperkenalkan printer khusus self-photo studio seperti Epson D530 yang dilengkapi sistem enam warna dan konektivitas digital.

Sementara itu, Master Plotter menyediakan berbagai media cetak dengan beragam efek visual untuk meningkatkan kualitas hasil foto.

Integrasi teknologi ini dinilai mampu menyederhanakan operasional sekaligus menekan biaya awal bagi pelaku usaha baru.

“Dalam bisnis self-photo studio, yang paling menentukan bukan hanya pengalaman saat berfoto, tetapi juga hasil cetaknya. Pengalaman bisa saja terlupakan, tetapi foto yang dibawa pulang akan terus dilihat dan menjadi kenangan. Karena itu, kualitas hasil cetak harus benar-benar dijaga agar memberikan kesan kuat dan mendorong pelanggan untuk kembali,” tambah Djulwardi.

Dengan dukungan teknologi serta model bisnis yang semakin efisien, ekspansi usaha self-photo studio kini mulai merambah kota-kota kecil dan kawasan dengan aktivitas komunitas tinggi.

Kondisi ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk masuk ke bisnis berbasis pengalaman visual yang terus berkembang di pasar domestik.