Bisnis

Perempuan UMKM Perlu Perisai Hukum dan Finansial untuk Naik Kelas

Avatar photo
9
×

Perempuan UMKM Perlu Perisai Hukum dan Finansial untuk Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Perempuan UMKM Perlu Perisai Hukum dan Finansial untuk Naik Kelas


MOMSMONEY.ID – Jakarta, 23 April 2026 – Perempuan pelaku UMKM di Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi nasional. Namun, tanpa fondasi legalitas yang kuat, banyak usaha masih berjalan di tempat dan rentan menghadapi berbagai risiko di masa depan.

Legal & Sustainability Expert Dr. Rio Christiawan, menekankan bahwa pelaku usaha perlu mengubah cara pandang terhadap tantangan, termasuk krisis yang kerap dianggap sebagai hambatan.

“Krisis itu bisa menjadi peluang baru. Kuncinya adalah jangan takut, tapi justru beradaptasi. Bisnis juga harus adjustable, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan peluang dan ancaman,” ujarnya dalam Talkshow ‘Berani Berinovasi, Proteksi Pasti, Lestari Berdaya Saing Tinggi’ yang digelar oleh Kompas Gramedia di Bentara Budaya Art Gallery, Menara Kompas, Kamis (23/4), sebagai bagian dari rangkaian acara Kartini Kini Kompas Gramedia 2026 yang turut didukung oleh BTN, serta menghadirkan Deputy Regional Business BTN Yayang Wirawan. 

Ia mencontohkan bagaimana berbagai model bisnis bertransformasi saat pandemi, mulai dari restoran yang beralih ke konsep home service hingga bioskop drive-in yang menghadirkan pengalaman baru dengan biaya produksi lebih efisien. Menurutnya, fleksibilitas menjadi kunci agar bisnis tetap relevan di tengah perubahan.

Lebih lanjut, Rio juga menyoroti pentingnya praktik bisnis berkelanjutan sebagai faktor daya saing. Menurutnya, pasar kini semakin kritis terhadap isu lingkungan dan sosial. “Kalau bisnis tidak sustainable, risikonya bisa sampai diboikot pasar. Ketika sudah market banned, akan sangat sulit untuk pulih. Justru praktik keberlanjutan ini bisa menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing,” jelasnya.

Sementara itu, Founder DO.Skin Donna Agnesia, menyoroti pentingnya fondasi bisnis yang kuat sejak awal, terutama dalam menentukan identitas produk. “Yang paling penting adalah tahu why-nya. Kenapa kita membangun usaha ini. Dari situ kita bisa menentukan identitas dan keunikan produk,” kata Donna pada (23/4) sore di Bentara Budaya Art Gallery.

Ia juga menekankan bahwa keberanian untuk memulai menjadi faktor penting dalam perjalanan bisnis. “Mimpi boleh besar, tapi kalau tidak pernah dimulai, tidak akan pernah jadi nyata. Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tapi karena terlalu takut di awal,” tambahnya.

Dalam membangun DO. Skin, Donna mengungkapkan bahwa bisnis yang ia jalankan berangkat dari kebutuhan nyata serta kolaborasi dengan pihak yang tepat. Ia juga memastikan bahwa keberhasilan bisnis turut dirasakan oleh tim di belakang layar, yang sebagian besar merupakan perempuan.

“Legalitas itu nomor satu. Selain melindungi kita sebagai pengusaha, juga melindungi konsumen. Jadi sebelum produk keluar, harus sudah aman secara hukum,” tegasnya.

Melalui talkshow ini, Kompas Gramedia mendorong para perempuan pelaku UMKM untuk tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga membangun bisnis yang berkelanjutan, terlindungi secara hukum, dan memiliki akses finansial yang sehat.

Dengan kombinasi kreativitas, perlindungan legal, serta dukungan perbankan, perempuan Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga penggerak ekonomi yang mampu berdaya saing tinggi dan tetap lestari.