Bisnis

Fundamental Ekonomi RI Dinilai Mampu Redam Dampak Volatilitas Pasar Aset

Avatar photo
9
×

Fundamental Ekonomi RI Dinilai Mampu Redam Dampak Volatilitas Pasar Aset

Sebarkan artikel ini
Fundamental Ekonomi RI Dinilai Mampu Redam Dampak Volatilitas Pasar Aset


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Memanasnya konflik di Timur Tengah memicu gejolak di pasar keuangan global. Dampaknya tercermin dari pergerakan tiga aset utama, dolar AS, minyak, dan emas, yang turut memengaruhi sentimen investor, termasuk di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia menilai ketiga aset tersebut saling berkaitan dan menjadi penentu arah pergerakan pasar sekaligus kinerja sektoral.

Penguatan dolar AS berpotensi menekan nilai tukar rupiah serta arus dana ke pasar negara berkembang dalam jangka pendek. Kondisi ini dapat memberi tekanan pada saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga dan berorientasi domestik.

“Meski demikian, fundamental makroekonomi Indonesia yang relatif solid masih mampu meredam dampak volatilitas tersebut,”  kata Head of Equity AllianzGI Indonesia Octavius Prakarsa dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Di sisi lain, kenaikan harga minyak membawa dampak beragam. Sektor energi berpotensi diuntungkan, namun risiko inflasi dan beban fiskal akibat subsidi energi tetap perlu dicermati. Sementara itu, lonjakan harga emas mencerminkan tingginya ketidakpastian global dan meningkatnya sikap risk-off investor.

Octavius menambahkan, pasar saham Indonesia masih relatif tangguh di tengah kondisi ini, meski perbedaan kinerja antar sektor diperkirakan akan semakin lebar.

AllianzGI menekankan pentingnya strategi investasi yang seimbang dan selektif di tengah dinamika pasar. Investor disarankan fokus pada emiten dengan fundamental kuat, ketahanan laba, serta eksposur pada pertumbuhan domestik.

Octavius menyebut, eksposur selektif pada saham energi dan komoditas dapat menjadi diversifikasi sekaligus lindung nilai terhadap inflasi. Ia menilai, pemilihan saham secara aktif dan rotasi sektor menjadi kunci, seiring dinamika global yang memicu perbedaan imbal hasil antar saham.

Dari perspektif global, AllianzGI melihat minyak kini lebih mencerminkan risiko pasokan akibat faktor geopolitik. Sementara itu, dolar AS kembali berperan sebagai aset safe haven dalam jangka pendek, sedangkan emas cenderung bersifat taktis.

Tim CIO AllianzGI menilai ketidakpastian di Timur Tengah menegaskan pentingnya membangun portofolio yang tangguh dan adaptif. AllianzGI juga tetap positif terhadap sektor komoditas, termasuk minyak, yang didukung premi risiko geopolitik sehingga berpotensi menjadi lindung nilai portofolio. 

Di sisi lain, prospek emas jangka menengah dipengaruhi faktor struktural seperti permintaan bank sentral, kondisi fiskal, dan tren dedolarisasi, serta faktor tradisional seperti pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil riil, dan permintaan investor ritel.

Tim CIO AllianzGI menambahkan, di tengah perubahan dinamika global, fleksibilitas dan disiplin dalam pengambilan keputusan menjadi kunci untuk menjaga ketahanan portofolio.