Bisnis

Internet Murah dan Perumahan MenJadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Avatar photo
11
×

Internet Murah dan Perumahan MenJadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Internet Murah dan Perumahan MenJadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Program internet murah dan pengembangan sektor perumahan menjadi dua pilar penting mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Board of Advisors Prasasti dan Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi , Hashim S. Djojohadikusumo menilai, akses internet yang terjangkau dan merata dapat menjadi pengubah permainan (game changer) bagi perekonomian nasional. Terutama dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

Menurut Hashim, saat ini biaya internet di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain di kawasan. Sehingga membatasi pemanfaatan teknologi digital secara optimal.

Menurutnya, program internet rakyat yang mendorong akses internet murah dengan kecepatan tinggi akan membuka potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi. Terutama dari sisi konsumsi dan aktivitas usaha kecil. “Internet ini akan membawa terobosan dan potensinya sangat besar,” kata Hashim, dalam keteranganya, Jumay (24/4).

Berdasarkan berbagai studi internasional, peningkatan penetrasi internet memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Setiap kenaikan penetrasi sebesar 10% dapat mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 0,7% hingga 1,3%.

Namun dpemanfaatan internet di Indonesia dinilai masih jauh dari optimal. Dari potensi pengguna yang sekitar 80% populasi, tingkat penggunaan riil baru berada di kisaran 15%. “Yang benar-benar menggunakan internet secara produktif masih sekitar 15%, padahal potensinya jauh lebih besar,” ujarnya.

Saat ini program internet rakyat sudah masuk dalam tahap implementasi dengan dua operator yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk dan PT Eka Mas Republik atau MyRepublic. Program ini akan memperluas akses internet ke seluruh Indonesia dengan biaya langganan mulai dari Rp 100.000 per bulan.

Selain mendorong digitalisasi, Hashim juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor perumahan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, sebagaimana telah terjadi di sejumlah negara.

Ia menjelaskan, pengalaman negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura menunjukkan, sektor properti dapat menjadi penggerak utama ekonomi dalam jangka panjang “Perumahan menjadi salah satu driver pertumbuhan ekonomi di banyak negara,” katanya.

Di Indonesia, program pembangunan perumahan dalam skala besar dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga konsumsi.

Menurut perhitungannya, pembangunan 1 hingga 3 juta unit rumah per tahun berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 1% hingga 1,5%.m“Kalau kita bangun jutaan unit rumah setiap tahun, dampaknya ke pertumbuhan ekonomi bisa signifikan,” ujar Hashim.

Kedua sektor digitalisasi melalui internet dan pembangunan perumahan, dapat saling melengkapi dalam mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas dan inklusif.