BeritaInternasional

BMW Targetkan Margin 3%-5% pada 2028, Pangkas Model dan Perkuat Produksi Lokal

Avatar photo
0
×

BMW Targetkan Margin 3%-5% pada 2028, Pangkas Model dan Perkuat Produksi Lokal

Sebarkan artikel ini
BMW Targetkan Margin 3%-5% pada 2028, Pangkas Model dan Perkuat Produksi Lokal


PRESSCORNER.ID – DINGOLFING, JERMAN. BMW menargetkan margin operasional divisi otomotif berada di kisaran 3% hingga 5% pada 2028. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan kinerja perusahaan asal Jerman itu di tengah tekanan persaingan dari produsen China dan tarif Amerika Serikat (AS).

Analis Bernstein dalam catatannya pada Rabu (30/9/2026) menyebut BMW berencana menawarkan lebih sedikit model kendaraan sekaligus meningkatkan tingkat lokalisasi produksi.

Bernstein memperkirakan BMW dapat kembali mencapai margin 8% hingga 10% pada awal dekade berikutnya. Target tersebut menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi perusahaan, mengingat margin terbaru BMW hanya mencapai 2,3%.

“BMW memahami bahwa solusinya bukan sekadar memangkas biaya. BMW juga mengejar pertumbuhan melalui produk-produk inovatif,” ujar Stephen Reitman dari Bernstein.

Menurut Reitman, jajaran kendaraan Neue Klasse menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan BMW. Salah satu model yang menjadi sorotan adalah SUV listrik iX3.

Dalam acara Capital Markets Day, BMW juga mengonfirmasi rencana meluncurkan SUV mewah yang posisinya berada di atas X7. Selain itu, BMW akan lebih mengembangkan merek M dan model Alpina mulai 2027 untuk memperluas portofolio kendaraan premiumnya, menurut catatan Bernstein.

Juru bicara BMW mengatakan perusahaan akan menyampaikan rincian mengenai strategi tersebut pada Rabu (30/9).

BMW Hadapi Tekanan dari China dan Tarif AS

Strategi baru BMW datang ketika industri otomotif Jerman menghadapi tekanan yang semakin besar akibat persaingan dengan produsen kendaraan asal China serta penerapan tarif di Amerika Serikat.

Reputasi BMW sebagai perusahaan yang relatif stabil dalam menghadapi gejolak industri turut mendapat tekanan pada Juni lalu. Saat itu, BMW mengeluarkan peringatan laba yang mengejutkan pasar.

Tidak lama setelah peringatan tersebut, BMW mengumumkan program pengurangan tenaga kerja. Program tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 8.000 pekerjaan di Jerman.

Dengan strategi tersebut, BMW berupaya memperbaiki profitabilitas melalui kombinasi efisiensi biaya, penyederhanaan model kendaraan, peningkatan produksi lokal, serta peluncuran produk baru, terutama melalui jajaran Neue Klasse.