BeritaInternasional

The Fed Ubah Stress Test Bank Besar AS, Aturan Modal Bakal Lebih Stabil

Avatar photo
8
×

The Fed Ubah Stress Test Bank Besar AS, Aturan Modal Bakal Lebih Stabil

Sebarkan artikel ini
The Fed Ubah Stress Test Bank Besar AS, Aturan Modal Bakal Lebih Stabil


PRESSCORNER.ID – Federal Reserve (The Fed) akan mengubah mekanisme stress test bagi bank-bank besar di Amerika Serikat (AS). Reformasi tersebut ditujukan untuk membuat proses pengujian lebih transparan dan hasilnya lebih mudah diprediksi oleh perbankan.

Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman mengatakan, versi final dari mekanisme stress test yang baru akan dibahas dalam beberapa pekan mendatang.

Menurut dia, perubahan tersebut akan mengakhiri proses yang selama ini dinilai kurang transparan dan sulit diprediksi.

Melansir Reuters dalam pernyataan tertulis untuk sebuah acara di London pada Jumat (18/9/2026), Bowman mengatakan, perubahan tersebut akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai metode yang digunakan The Fed untuk menguji ketahanan bank terhadap berbagai risiko.

Bank-bank besar AS selama bertahun-tahun mengkritik stress test The Fed yang diterapkan setelah krisis keuangan 2008.

Pengujian tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan tambahan kebutuhan modal bagi bank-bank terbesar di AS.

Industri perbankan menilai proses tersebut terlalu subjektif dan membebani. Pada 2024, sejumlah bank bahkan menggugat The Fed terkait penggunaan stress test.

Di bawah kepemimpinan Bowman, The Fed kemudian mengajukan sejumlah perubahan pada Oktober lalu.

Dalam mekanisme baru, The Fed akan membuka lebih banyak informasi mengenai model yang digunakan untuk menguji potensi kelemahan bank. I

nformasi tersebut mencakup berbagai persamaan, variabel, dan rincian teknis yang sebelumnya tidak dipublikasikan kepada industri.

The Fed juga akan memberikan informasi yang lebih rinci mengenai skenario ekonomi hipotetis yang digunakan dalam pengujian tahunan.

Dengan demikian, publik diharapkan dapat memahami lebih jauh proses yang digunakan untuk mengukur ketahanan bank.

Perubahan lainnya berkaitan dengan penentuan stress capital buffer, yakni tambahan modal yang harus disiapkan bank berdasarkan hasil stress test.

The Fed berencana menggunakan rata-rata hasil dari dua stress test terakhir sebuah bank dalam menentukan besaran stress capital buffer.

Bowman mengatakan pendekatan tersebut akan membantu mengurangi volatilitas kebutuhan modal yang harus disiapkan bank dari tahun ke tahun.

Selain itu, masyarakat nantinya dapat memberikan masukan terhadap model yang digunakan dalam stress test.

The Fed juga akan menggunakan proses pengujian tersebut untuk memberikan informasi secara privat kepada pengawas mengenai potensi kelemahan masing-masing bank.

Bowman menambahkan, bank-bank saat ini juga telah menjalankan sejumlah stress test secara internal.

Karena itu, menurut dia, pengawas dan perbankan perlu membangun dialog terbuka mengenai temuan yang relevan dari pengujian tersebut.

“Saya percaya ada nilai yang sangat besar dalam membandingkan catatan,” ujar Bowman.

Perubahan mekanisme stress test tersebut menjadi bagian dari upaya The Fed menyesuaikan kerangka pengawasan bank besar AS, sekaligus memberikan kepastian lebih besar bagi perbankan dalam mengantisipasi kebutuhan modal.