BeritaInternasional

SK Hynix Berunding dengan Intel untuk Produksi Chip Memori di AS Pertama Kalinya

Avatar photo
10
×

SK Hynix Berunding dengan Intel untuk Produksi Chip Memori di AS Pertama Kalinya

Sebarkan artikel ini
SK Hynix Berunding dengan Intel untuk Produksi Chip Memori di AS Pertama Kalinya


PRESSCORNER.ID – SK Hynix dikabarkan tengah berunding dengan Intel terkait kemungkinan memproduksi chip memori di Amerika Serikat untuk pertama kalinya.

Informasi ini disampaikan oleh tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada Reuters.

Dalam salah satu skenario yang dibahas, SK Hynix dapat menyewa sebagian fasilitas produksi chip Intel yang telah lama direncanakan di Ohio.

Skenario lainnya adalah pembentukan usaha patungan antara SK Hynix, Intel, dan sejumlah perusahaan cloud besar yang ingin mengamankan pasokan chip memori.

Dua sumber mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kepentingan untuk memastikan ketersediaan chip memori di tengah tingginya permintaan untuk kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.

Jika terealisasi, kesepakatan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan keuangan Intel sekaligus menjadi keuntungan bagi pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pemerintah AS selama ini meningkatkan tekanan kepada produsen chip agar memperluas produksi di dalam negeri.

Namun, rencana tersebut berpotensi menghadapi tantangan dari pemerintah Korea Selatan. Salah satu sumber mengatakan pembicaraan antara SK Hynix dan Intel masih dalam tahap penjajakan dan belum ada keputusan yang dibuat.

Kabar tersebut langsung mengangkat saham kedua perusahaan. Saham Intel melonjak 5,2% dalam perdagangan prapasar AS pada Rabu (16/9/2026), sedangkan saham SK Hynix ditutup menguat 4,1% di Seoul.

Reuters belum memperoleh informasi mengenai jenis chip yang berpotensi diproduksi SK Hynix di Ohio jika kesepakatan tercapai.

SK Hynix memiliki berbagai produk memori, termasuk DRAM yang digunakan pada server, komputer pribadi dan smartphone, serta NAND flash untuk penyimpanan data jangka panjang.

Perusahaan asal Korea Selatan itu juga merupakan salah satu pemasok utama high-bandwidth memory (HBM) yang digunakan dalam prosesor AI.

Terbentur Teknologi Sensitif Korea Selatan

Potensi produksi chip memori canggih seperti HBM maupun DRAM di AS dapat menghadapi penolakan dari pemerintah Korea Selatan. Menurut tiga sumber, teknologi tersebut dianggap sensitif oleh Seoul.

SK Hynix mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan sedang meninjau berbagai langkah, termasuk membangun basis produksi tambahan untuk memperkuat daya saing bisnis memorinya. Namun, perusahaan menegaskan belum ada keputusan yang ditetapkan.

Intel menolak berkomentar mengenai spekulasi tersebut. Perusahaan menyatakan tetap melanjutkan investasi di Ohio untuk mempersiapkan lokasi produksi.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan Korea Selatan mengatakan keputusan investasi berada di tangan SK Hynix.

Namun, apabila investasi tersebut menyangkut “teknologi inti nasional”, rencana tersebut akan menjalani peninjauan berdasarkan Industrial Technology Protection Act.

Tekanan Bangun Pabrik di AS

Biaya produksi semikonduktor di AS disebut jauh lebih tinggi dibandingkan Korea Selatan. Dua sumber mengatakan biaya tenaga kerja dan konstruksi di AS lebih mahal.

Selain itu, sebagian besar rantai pasok industri semikonduktor masih berada di Asia sehingga meningkatkan biaya produksi di Amerika Serikat.

Meski demikian, SK Hynix memiliki alasan kuat untuk membangun fasilitas produksi di AS. Perusahaan tersebut baru menyelesaikan pencatatan saham sekundernya di Nasdaq pada Juli 2026 dan saat ini baru membangun fasilitas pengemasan chip di Indiana.

Chairman SK Group Chey Tae-won mengatakan pada Juli bahwa SK Hynix menghadapi tekanan besar dari pelanggan dan berbagai negara untuk meningkatkan pasokan chip.

“Saya pikir kami perlu membangun pabrik di Amerika Serikat. Jika memungkinkan, saya yakin kami harus membangunnya,” ujar Chey kepada wartawan.

Bagi Intel, kerja sama dengan SK Hynix juga dapat membantu mengurangi tekanan finansial. Intel saat ini sebagian dimiliki oleh pemerintah AS.

Intel pada 2022 mengumumkan rencana investasi hingga US$100 miliar untuk membangun kompleks manufaktur chip yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di dunia di Ohio. Produksi awalnya dijadwalkan dimulai pada 2025.

Namun, penyelesaian dua pabrik di kompleks tersebut kini ditunda hingga 2030 dan 2031.

Dilema Investasi AS dan Korea Selatan

SK Hynix menghadapi posisi sulit karena harus menyeimbangkan kepentingan Washington dan Seoul.

Pemerintah Korea Selatan sebelumnya telah mendorong SK Hynix dan pesaingnya, Samsung Electronics, mempercepat pembangunan klaster fasilitas manufaktur chip baru di wilayah barat daya Korea Selatan.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% terhadap perusahaan Korea Selatan dan Taiwan apabila mereka tidak meningkatkan produksi di Amerika Serikat.

Washington dan Seoul juga masih bernegosiasi mengenai realisasi komitmen investasi besar yang disepakati Korea Selatan dengan AS tahun lalu sebagai imbalan atas tarif AS yang lebih rendah.

Dari total komitmen investasi senilai US$350 miliar, sekitar US$150 miliar telah dialokasikan untuk sektor galangan kapal. Sementara itu, penggunaan US$200 miliar sisanya masih belum ditentukan.

Dua sumber mengatakan kondisi tersebut membuat posisi SK Hynix semakin rumit. Pemerintah Korea Selatan ingin menggunakan investasi SK Hynix di AS sebagai bagian dari daya tawar dalam negosiasi dengan Washington, sementara pemerintah AS terus menekan perusahaan tersebut agar segera berkomitmen memperluas produksi di AS.