PRESSCORNER.ID – Sejumlah perusahaan sekuritas global memperkirakan indeks S&P 500 masih akan melanjutkan reli pada 2026.
Momentum kecerdasan buatan (AI) dan kuatnya kinerja laba perusahaan menjadi pendorong utama prospek pasar saham Amerika Serikat (AS).
Melansir Reuters Rabu (16/9/2026), para strategis menilai pertumbuhan laba yang didorong sektor AI dapat mengimbangi dampak ekonomi jangka pendek dari perang di Iran.
Namun, investor tetap menghadapi risiko inflasi yang lebih tinggi serta gangguan terhadap arus energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Sejumlah broker besar, termasuk Goldman Sachs dan Citigroup memperkirakan S&P 500 dapat mencapai level 8.000 atau lebih pada akhir 2026.
Di sisi lain, BofA Global Research dan Wells Fargo lebih berhati-hati dengan target yang berada di bawah konsensus pasar secara umum.
Berikut sejumlah proyeksi target S&P 500 pada akhir 2026:
| Broker | Target S&P 500 2026 |
| BofA Global Research | 7.400 |
| Jefferies | 7.500 |
| Canaccord Genuity | 7.500 |
| BNP Paribas | 7.500 |
| Wells Fargo | 7.700 |
| Evercore ISI | 7.750 |
| Seaport Research Partners | 7.800 |
| RBC Capital Markets | 7.900 |
| Barclays | 7.950 |
| J.P. Morgan | 8.000 |
| Deutsche Bank | 8.000 |
| Societe Generale | 8.000 |
| Goldman Sachs | 8.000 |
| Morgan Stanley | 8.000 |
| UBS Global Research | 8.100 |
| Oppenheimer Asset Management | 8.100 |
| Citigroup | 8.100 |
| UBS Global Wealth Management | 8.100 |
| HSBC | 8.100 |
| Wells Fargo Investment Institute | 7.800–8.000 |
Target tertinggi dalam daftar tersebut berada di level 8.100, yang dipatok oleh UBS Global Research, Oppenheimer Asset Management, Citigroup, UBS Global Wealth Management dan HSBC.
Sementara itu, target terendah berasal dari BofA Global Research di level 7.400.
Reuters mencatat, UBS Global Research dan UBS Global Wealth Management merupakan dua divisi berbeda dan independen di dalam UBS Group. Adapun Wells Fargo Investment Institute merupakan anak usaha yang sepenuhnya dimiliki Wells Fargo Bank.











