PRESSCORNER.ID – Tekanan penarikan dana dari bisnis private credit mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Hal ini terlihat dari turunnya permintaan penebusan saham pada salah satu dana private credit terbesar milik BlackRock pada kuartal III-2026.
Investor pada HPS Corporate Lending Fund, dana private credit unggulan BlackRock dengan aset sekitar US$23,1 miliar, mengajukan permintaan penarikan sekitar 11,5% saham pada kuartal III.
Angka tersebut turun dibandingkan 13,3% pada kuartal sebelumnya, berdasarkan laporan regulasi yang dirilis Jumat (11/9) dikutip dari Reuters.
Meski demikian, dana tersebut hanya akan membeli kembali 5% saham, sesuai ambang batas yang umum diterapkan pada produk investasi private credit non-traded semacam ini.
Penurunan permintaan redemption menjadi sinyal awal bahwa tekanan likuiditas yang melanda industri private credit mulai berkurang.
“Redemption backlog kini mulai terselesaikan. Ini menjadi data positif lainnya bagi sentimen direct lending di kanal wealth, dan kami memperkirakan laju redemption pada kelompok BDC (business development company) akan melambat,” kata analis Evercore Glenn Schorr.
Schorr juga memperkirakan saham BlackRock berpotensi mendapatkan sentimen positif dari perkembangan tersebut. Saham BlackRock tercatat naik sekitar 2,4%.
Tekanan redemption sebelumnya meningkat karena investor individu kaya mulai menarik dana dari private credit fund yang tidak diperdagangkan di bursa.
Kekhawatiran investor antara lain berkaitan dengan standar pemberian pinjaman serta potensi dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap perusahaan software yang menjadi salah satu kelompok peminjam utama bagi perusahaan direct lending.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda seiring perusahaan manajer aset menyelesaikan antrean permintaan penarikan dana yang sebelumnya belum terpenuhi.
Redemption sejumlah dana BlackRock turun
Dana private credit BlackRock lainnya juga menunjukkan perkembangan serupa.
Permintaan penarikan dari BlackRock Private Credit Fund turun menjadi 4,58% pada kuartal III dari sekitar 5,3% pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, permintaan redemption pada HPS Corporate Capital Solutions Fund merosot menjadi 1,9% dari 4,7%.
Perkembangan tersebut sejalan dengan tren pada sejumlah dana private credit lainnya di Amerika Serikat.
HLEND, salah satu private credit fund non-traded terbesar di AS, telah membeli kembali sekitar US$1,7 miliar saham dalam tiga periode repurchase yang berakhir pada 30 Juni. Pada penawaran pembelian kembali terbaru, nilainya mencapai sekitar US$600 juta.
HLEND menyatakan, kinerja perusahaan-perusahaan dalam portofolionya tetap kuat dengan portofolio yang terdiversifikasi.
Sejak diluncurkan, saham Kelas I HLEND mencatat total imbal hasil bersih tahunan sebesar 9,9% hingga 31 Juli. Kinerja tersebut sekitar 3,5% lebih tinggi dibandingkan total imbal hasil syndicated loan secara luas.
Blackstone menjadi salah satu manajer aset yang membuka musim redemption kuartal III untuk sejumlah private credit fund non-traded besar di AS pada pekan lalu.
Pada Kamis malam, TPG Twin Brook Capital Income Fund juga melaporkan permintaan pembelian kembali saham turun menjadi 1,2% dari 2,1% pada kuartal sebelumnya.
Sejumlah dana private credit lainnya diperkirakan akan merilis data redemption mereka sepanjang September.











