PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Barclays menaikkan target akhir tahun untuk indeks acuan Wall Street, S&P 500, menjadi 7.950 dari sebelumnya 7.800. Revisi tersebut mencerminkan optimisme terhadap kinerja laba perusahaan Amerika Serikat (AS), terutama dari sektor teknologi.
Target baru tersebut sekitar 3,6% lebih tinggi dibandingkan level penutupan terakhir indeks. Untuk jangka lebih panjang, Barclays memperkirakan S&P 500 mampu mencapai 8.800 poin pada akhir 2027.
Kinerja perusahaan AS pada kuartal II 2026 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perubahan proyeksi tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun LSEG, sebanyak 86% atau 492 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 dan telah melaporkan kinerja berhasil melampaui estimasi analis.
Capaian tersebut jauh di atas rata-rata jangka panjang sebesar 67,5%.
Barclays menilai investasi pada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta aktivitas ekonomi AS yang masih sehat akan menopang momentum pertumbuhan laba perusahaan dalam beberapa kuartal mendatang.
Meski demikian, Barclays masih berhati-hati dalam menilai valuasi saham AS. Sejumlah risiko masih membayangi pasar, mulai dari keraguan mengenai keberlanjutan belanja AI, inflasi yang masih bertahan, ketidakpastian geopolitik hingga prospek kebijakan suku bunga yang lebih hawkish.
Terlepas dari berbagai risiko tersebut, indeks S&P 500 telah menguat 12,1% sepanjang tahun berjalan.
Barclays juga menaikkan proyeksi laba per saham atau earnings per share (EPS) S&P 500 untuk 2026 menjadi US$365 dari sebelumnya US$337.
Barclays Turunkan Rekomendasi Sektor Utilitas
Di tengah kenaikan target S&P 500, Barclays justru menurunkan rekomendasi untuk sektor utilitas menjadi “netral” dari sebelumnya “positif”.
Keputusan tersebut didorong oleh meningkatnya ketidakpastian regulasi di sektor tersebut. Barclays menyoroti sejumlah tantangan, termasuk reformasi terkait tanggung jawab perusahaan atas kebakaran hutan serta meningkatnya penolakan terhadap perizinan pembangunan pusat data di sejumlah negara bagian AS.
Pusat data menjadi salah satu sektor yang mengalami peningkatan investasi seiring pesatnya pengembangan AI. Namun, kebutuhan listrik yang besar dari pusat data juga menimbulkan tantangan bagi infrastruktur energi serta regulator di sejumlah wilayah.
Proyeksi S&P 500 Masih Positif
Barclays bukan satu-satunya perusahaan jasa keuangan yang semakin optimistis terhadap prospek pasar saham AS.
Pada Selasa, HSBC juga menaikkan target akhir tahun S&P 500. HSBC menilai kinerja laba perusahaan yang kuat serta berlanjutnya investasi pada infrastruktur AI berpotensi memperpanjang reli indeks acuan tersebut.
Sejumlah lembaga keuangan global lainnya juga masih mempertahankan proyeksi bullish terhadap S&P 500.
UBS Global Research, Goldman Sachs, dan Citigroup memperkirakan indeks S&P 500 akan mengakhiri tahun pada level 8.000 poin atau lebih tinggi.











