BeritaInternasional

Lalu Lintas Pelayaran di Selat Hormuz Makin Sepi

Avatar photo
12
×

Lalu Lintas Pelayaran di Selat Hormuz Makin Sepi

Sebarkan artikel ini
Lalu Lintas Pelayaran di Selat Hormuz Makin Sepi


PRESSCORNER.ID – SINGAPURA. Enam kapal yang mengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz pada Selasa (8/9/2026).

Jumlah kapal yang melintas Selat Hormuz ini turun dari sembilan kapal sehari sebelumnya dan berada di bawah rata-rata 10 hari yang berkisar di angka 12, menurut data awal pelayaran yang dirilis pada Rabu (9/9/2026).

Angka-angka tersebut tidak mencakup kapal-kapal yang mungkin melintasi selat dengan mematikan transponder Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) mereka untuk menghindari deteksi.

Dari enam kapal tersebut, lima kapal sedang masuk dan satu kapal sedang keluar, menurut data awal dari layanan pelacak kapal Kpler pada pukul 02.00 GMT yang dikutip Reuters. Kapal-kapal itu mencakup satu kapal tanker jenis Panamax dan satu kapal tanker ukuran menengah.

Titik sempit di ujung selatan Teluk tersebut—sebelum dimulainya perang Iran pada 28 Februari—biasanya melayani sekitar 125 kapal komersial besar setiap harinya, termasuk kapal tanker minyak dan kapal pengangkut gas alam. Lalu lintas tersebut mencakup sekitar 20% dari pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia setiap harinya.

Blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelayaran yang terkait dengan Iran telah menghentikan ekspor minyak mentah Iran sejak diberlakukan kembali pada pertengahan Juli.

Perang Iran Semakin Memanas

Perang AS-Israel melawan Iran semakin memanas pada hari Selasa ketika kelompok Houthi di Yaman yang didukung Teheran melancarkan serangan ke beberapa kota di Arab Saudi.

Selain itu, pasukan AS menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran, dan Iran menyerang pangkalan AS di Yordania. Meningkatnya konflik dan gangguan yang terus berlanjut di pasar energi mendorong harga minyak melampaui angka US$ 100 per barel pada hari Selasa.

Menurut laporan dari perusahaan intelijen maritim Marisks, pasukan AS melumpuhkan lima kapal tanker minyak mentah yang terkait dengan Iran, yaitu M/T Kaviz, Charminar, Horizon 1, Riesco, dan Derya.

Laporan tersebut menambahkan bahwa empat kapal di antaranya dilaporkan diserang di Teluk Oman, di luar Selat Hormuz, dan satu kapal lainnya di dekat Pulau Kharg, terminal ekspor terpenting Iran.

Di Laut Merah, tempat militan Houthi mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi, sebanyak 25 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Bab el-Mandeb pada hari Selasa. Dari jumlah tersebut, 11 kapal masuk dan 14 kapal keluar.

Angka ini dibandingkan dengan rata-rata sekitar 27 kapal yang melintasi Bab el-Mandeb selama 10 hari terakhir.

Di antara kapal-kapal yang melintasi selat tersebut terdapat dua kapal tanker Suezmax, delapan kapal tanker Aframax, dan satu kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar.