BeritaInternasional

Bukannya Naik, Jumlah Penduduk Negara Ini Diprediksi Akan Berkurang 4 Juta Jiwa

Avatar photo
9
×

Bukannya Naik, Jumlah Penduduk Negara Ini Diprediksi Akan Berkurang 4 Juta Jiwa

Sebarkan artikel ini
Bukannya Naik, Jumlah Penduduk Negara Ini Diprediksi Akan Berkurang 4 Juta Jiwa


PRESSCORNER.ID – Roma. Italia menghadapi tantangan demografi jangka panjang yang kian mengkhawatirkan. Badan statistik nasional Italia, ISTAT, dalam proyeksi demografi terbarunya memperkirakan jumlah penduduk negara tersebut akan merosot tajam menjadi sekitar 55 juta orang pada tahun 2050. Angka ini turun cukup signifikan dibandingkan jumlah penduduk pada awal tahun 2025 yang tercatat sebanyak 58,9 juta jiwa.

Berdasarkan laporan Reuters pada Senin (31/8/2026), tren penyusutan ini diprediksi tidak akan berhenti di tengah abad, melainkan terus berlanjut hingga populasi Italia menyusut ke angka sekitar 45,8 juta orang pada tahun 2080.

Angka Kelahiran Anjlok ke Level Terendah Sejak 1861

Akar permasalahan utama dari krisis demografi ini adalah tren penurunan angka kelahiran yang telah terjadi secara konsisten sejak tahun 2008. Tahun lalu, jumlah kelahiran di Italia tercatat merosot hingga menyentuh angka sekitar 355.000 bayi saja—menjadi rekor terendah dalam sejarah sejak Italia bersatu pada tahun 1861.

Pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni, yang mulai menjabat pada 2022, telah menjadikan pemulihan angka kelahiran sebagai salah satu prioritas utama negara. Kendati berbagai upaya telah digulirkan, kebijakan tersebut belum mampu membuahkan perubahan yang signifikan terhadap arah tren demografi nasional.

ISTAT memperkirakan jumlah kelahiran tahunan akan cenderung stabil hingga tahun 2030, sebelum akhirnya kembali merosot hingga menyentuh kisaran 335.000 kelahiran pada tahun 2050. Kondisi ini membuat jumlah penduduk baru dari kelahiran jauh tertinggal dibandingkan laju kematian untuk menggantikan generasi pendahulu.

Beban Sistem Kesejahteraan Akibat Populasi Lansia

Di sisi lain, masalah demografi Italia diperparah oleh struktur penduduk yang semakin menua. Sepanjang tahun lalu, tercatat ada sekitar 652.000 kematian di Italia, dan angka ini diproyeksikan akan terus mendaki hingga mencapai puncaknya di kisaran 869.000 kematian pada tahun 2058. Lonjakan ini didorong oleh masuknya generasi baby boomer (yang lahir pasca-Perang Dunia II) ke usia lanjut.

Akibat pergeseran tersebut, struktur usia penduduk Italia mengalami perubahan radikal:

  • Kelompok Lanjut Usia (65 tahun ke atas): Diproyeksikan melonjak tajam dari 24,7 persen pada 2025 menjadi 34,5 persen pada 2050.
  • Kelompok Usia Produktif (15–64 tahun): Diperkirakan menyusut dari 63,4 persen pada 2025 menjadi hanya 55,3 persen pada 2050.

Kesenjangan proporsi ini memberikan sinyal peringatan keras. ISTAT memperingatkan bahwa berkurangnya jumlah angkatan kerja yang dibarengi dengan membludaknya jumlah penerima pensiun akan menjadi beban berat yang menguji ketahanan ekonomi serta sistem kesejahteraan sosial Italia di masa depan.

Tonton: IMD 2026: Singapura Nomor 1 Dunia, Indonesia Turun ke Peringkat 48

Wilayah Italia Selatan Paling Terdampak

Dampak penyusutan populasi ini juga diproyeksikan tidak merata di seluruh wilayah. Kawasan Italia bagian selatan, yang secara ekonomi tertinggal dibanding wilayah utara dan tengah, diprediksi mengalami tekanan penurunan terparah.

ISTAT memperkirakan populasi Italia selatan akan merosot dari sekitar 19,7 juta orang pada 2025 menjadi 16,7 juta orang pada 2050. Artinya, wilayah tersebut diproyeksikan kehilangan hingga 3 juta penduduk dalam kurun waktu 25 tahun ke depan. Sementara itu, wilayah Italia tengah dan utara juga menghadapi tren penurunan populasi, namun dengan laju yang lebih moderat.