BeritaBisnis

Prabowo Minta Perjanjian Dagang Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia Segera Diberlakukan

Avatar photo
13
×

Prabowo Minta Perjanjian Dagang Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia Segera Diberlakukan

Sebarkan artikel ini
Prabowo Minta Perjanjian Dagang Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia Segera Diberlakukan


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta proses pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA) dapat segera diselesaikan.

Perjanjian tersebut dinilai strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan dagang Indonesia dengan Rusia dan negara-negara anggota EAEU.

Dorongan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Kamis (3/9/2026).

“Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan dapat dimanfaatkan, segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan,” ujar Prabowo menutip keterangannya, Kamis (4/9/2026).

Indonesia-EAEU FTA merupakan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan blok ekonomi Eurasia yang terdiri dari Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan. Perjanjian ini telah ditandatangani oleh negara-negara anggota dan Komisi Ekonomi Eurasia di St. Petersburg pada 21 Desember 2025.

Melalui perjanjian tersebut, Indonesia dan negara-negara EAEU sepakat menghapus atau menurunkan bea masuk terhadap 11.882 pos tarif, yang mencakup lebih dari 90% barang yang diperdagangkan antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU.

Dari sisi Indonesia, proses persetujuan parlemen terhadap perjanjian tersebut juga telah diselesaikan. Komisi VI DPR RI telah memberikan persetujuan terhadap Indonesia-EAEU FTA. Selanjutnya, pada Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden tentang pengesahan perjanjian tersebut.

“Saya dengan hormat meminta setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya, sehingga kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin,” lanjutnya.

Buka Akses Pasar Eurasia

Prabowo menilai Indonesia-EAEU FTA dapat menjadi bagian dari arsitektur baru perdagangan negara-negara berkembang atau Global South. Pemberlakuan perjanjian ini akan memberikan peluang bagi produsen Indonesia untuk memperluas pemasaran produk ke lima negara pasar di kawasan Eurasia.

Di sisi lain, produsen dari negara-negara EAEU juga memperoleh akses untuk memasarkan produk mereka ke pasar Indonesia yang memiliki lebih dari 290 juta konsumen.

Untuk mendukung implementasi perjanjian tersebut, perwakilan dunia usaha Indonesia turut hadir dalam Forum Ekonomi Timur. Kehadiran mereka diarahkan untuk mempersiapkan pengiriman perdana, mengidentifikasi calon pembeli, memastikan kesiapan logistik, serta membangun skema pembayaran yang sesuai dengan ketentuan FTA.

Indonesia berharap ketika skema tarif dalam FTA mulai berlaku, berbagai elemen perdagangan seperti barang, jalur distribusi, pembeli, dan kontrak perdagangan telah siap sehingga implementasi perjanjian dapat berjalan optimal.

Prabowo Targetkan Perdagangan Indonesia-Rusia Berlipat

Selain mendorong percepatan implementasi Indonesia-EAEU FTA, Presiden Prabowo secara khusus meminta Indonesia dan Rusia menetapkan target peningkatan nilai perdagangan bilateral.

Melalui skema FTA EAEU, Prabowo mendorong kedua negara untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral dalam evaluasi awal pelaksanaan perjanjian.

“Di Forum ini, saya mendorong agar Indonesia dan Rusia menetapkan target yang jelas, yaitu menggandakan nilai perdagangan kita dalam evaluasi awal pelaksanaan FTA EAEU,” ujar Prabowo kepada peserta forum dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia pada 2025 mendekati US$5 miliar atau sekitar US$4,8 miliar. Angka tersebut meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia berharap hubungan ekonomi dengan Rusia terus mencatatkan pertumbuhan positif, baik melalui hubungan perdagangan bilateral maupun melalui keterlibatan kedua negara dalam kerangka Indonesia-EAEU FTA.

Kedua Kalinya Prabowo Hadiri Forum Ekonomi Rusia

Kehadiran Presiden Prabowo dalam Forum Ekonomi Timur merupakan bagian dari pemenuhan undangan Presiden Rusia Vladimir Putin. Forum ekonomi tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menarik investasi ke wilayah Timur Jauh Rusia, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan perdagangan Rusia dengan negara-negara Asia dan kawasan Asia-Pasifik.

Kunjungan tersebut juga menjadi kali kedua Prabowo menghadiri forum ekonomi internasional yang digelar Rusia.

Sebelumnya, pada Juni 2025, Presiden Prabowo menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) sebagai tamu kehormatan.