BeritaInternasional

Donald Trump Sebut Inggris di Ambang Bencana, Soroti Imigrasi hingga Energi

Avatar photo
10
×

Donald Trump Sebut Inggris di Ambang Bencana, Soroti Imigrasi hingga Energi

Sebarkan artikel ini
Donald Trump Sebut Inggris di Ambang Bencana, Soroti Imigrasi hingga Energi


PRESSCORNER.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai Inggris berada di ambang “bencana”.

Trump menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya dihadapi Inggris, mulai dari tingginya biaya energi, kebijakan net zero, hingga dampak imigrasi massal.

Dalam wawancara dengan GB News pada Kamis (3/9/2026), Trump kembali menyampaikan kekagumannya terhadap Raja Charles dan kecintaannya terhadap Inggris sebagai sebuah negara.

Namun, ia menilai pemerintahan Perdana Menteri Andy Burnham menghadapi persoalan serius yang harus segera diatasi.

“Negara Anda sedang dalam masalah. Anda berada di ambang bencana,” kata Trump.

Menurut Trump, Inggris menghadapi persoalan besar terkait imigrasi dan energi. Ia juga menilai biaya energi di Inggris terlalu tinggi.

“Anda memiliki masalah imigrasi yang luar biasa dan masalah energi yang luar biasa. Energi Anda tiga, empat kali lebih mahal dari yang seharusnya,” ujar Trump.

Trump yang selama ini menyebut perubahan iklim sebagai sebuah penipuan juga kembali mengkritik kebijakan Inggris yang mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Ia sebelumnya berulang kali mendesak pemerintah Inggris untuk memanfaatkan cadangan minyak dan gas di Laut Utara.

Pemerintah Inggris saat ini tengah mempertimbangkan apakah akan memberikan izin bagi dua proyek besar di Laut Utara.

Burnham mengatakan pemerintahannya akan mengambil pendekatan pragmatis dalam transisi energi. Namun, pemerintah tetap menegaskan komitmennya untuk meningkatkan penggunaan sumber listrik bersih.

Trump Soroti Masalah Imigrasi Inggris

Selain energi, Trump juga menyoroti persoalan imigrasi yang menurutnya mulai mengubah wajah Inggris.

“Jika Anda tidak menghentikan orang-orang yang berdatangan ke negara Anda dari seluruh dunia, Anda tidak akan memiliki negara lagi,” kata Trump.

Isu imigrasi menjadi salah satu persoalan paling penting bagi banyak pemilih Inggris. Kedatangan imigran secara ilegal menggunakan perahu kecil dari daratan Eropa turut mendorong meningkatnya popularitas Partai Reform UK yang berhaluan kanan dan dipimpin Nigel Farage.

Pemerintah Burnham kembali menegaskan janji yang sebelumnya disampaikan oleh pendahulunya, Keir Starmer, untuk menghentikan penyeberangan ilegal tersebut.

Awal pekan ini, pemerintah Inggris mengatakan jumlah penyeberangan ilegal telah turun tajam. Pemerintah juga menyebut upaya untuk menargetkan titik peluncuran perahu serta jaringan kriminal yang berada di balik aktivitas tersebut mulai menunjukkan hasil.

Kritik Trump menambah ketegangan dalam hubungan AS dan Inggris yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami dinamika naik turun.

Hubungan kedua negara sebelumnya sempat menghangat setelah kunjungan kenegaraan Trump ke London pada 2025.

Namun, setelah itu hubungan kembali diwarnai kritik keras dari Trump terhadap berbagai kebijakan domestik dan luar negeri Inggris.