Pendidikan

Melinda Aksa Tegaskan Buku Jelajah Hijau Gratis, Sekolah Tak Perlu Membeli

Avatar photo
16
×

Melinda Aksa Tegaskan Buku Jelajah Hijau Gratis, Sekolah Tak Perlu Membeli

Sebarkan artikel ini
Melinda Aksa Tegaskan Buku Jelajah Hijau Gratis, Sekolah Tak Perlu Membeli


Presscorner.id – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Makassar Melinda Aksa menegaskan buku “Jelajah Hijau di Pantai Losari” tidak pernah ditujukan untuk dikomersialkan di sekolah maupun dijadikan dasar untuk mewajibkan siswa membelinya.

Melinda, yang juga merupakan penulis buku tersebut, memastikan sejak awal buku itu disusun sebagai media edukasi lingkungan bagi anak-anak dan akan dibagikan secara gratis, khususnya kepada siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Penegasan itu disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan penjualan atau kewajiban pembelian buku tersebut oleh sejumlah sekolah.

“Tidak ada instruksi untuk membeli buku. Tidak ada sama sekali. Saya tidak pernah menginstruksikan sekolah untuk membeli buku itu,” tegas Melinda.

Buku untuk Edukasi, Bukan Komersial

Melinda menjelaskan tujuan utama penerbitan “Jelajah Hijau di Pantai Losari” adalah menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Karena itu, buku tersebut semestinya menjadi bahan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sekolah tanpa membebani siswa maupun orang tua.

“Tujuan penerbitannya untuk edukasi publik, menyebarkan informasi penting secara gratis untuk dibagikan di sekolah-sekolah tanpa pungutan biaya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak pernah memberikan kewenangan kepada pihak mana pun untuk menjual buku tersebut dengan mengatasnamakan dirinya atau Pemerintah Kota Makassar.

Tidak Ada Instruksi kepada Sekolah

Melinda mengakui proses penerbitan buku dilakukan bersama Penerbit Erlangga. Namun, menurutnya, kerja sama tersebut tidak pernah mencakup kewajiban sekolah membeli buku.

“Saya tidak pernah bekerja sama dengan penerbit untuk menjual buku itu dengan cara mewajibkan sekolah membeli. Tidak pernah ada kerja sama seperti itu,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui apabila ada pihak yang menggunakan namanya untuk mengarahkan sekolah melakukan pembelian.

“Kalau ada pihak yang mengatasnamakan saya untuk mewajibkan sekolah membeli, itu tanpa sepengetahuan saya,” ujarnya.

Seribu Eksemplar untuk Dibagikan Gratis

Melinda menjelaskan, penerbit sempat menyampaikan rencana mencetak sekitar 10.000 eksemplar buku.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 eksemplar disiapkan untuk dirinya agar dapat dibagikan secara gratis dalam kegiatan edukasi.

Menurutnya, tidak pernah ada kesepakatan yang mengizinkan pihak lain menjual buku tersebut di Makassar dengan membawa namanya.

“Katanya ada 10.000, dan 1.000 buku untuk kami bagikan gratis. Tapi tidak pernah ada kerja sama bahwa mereka boleh menjual di Makassar atau daerah tertentu dengan membawa nama saya,” ungkapnya.

Minta Jangan Gunakan Namanya untuk Penjualan

Melinda menilai persoalan tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan kepala sekolah, guru, orang tua, maupun masyarakat.

Ia meminta tidak ada pihak yang menggunakan namanya sebagai dasar untuk mewajibkan sekolah membeli buku.

Menurutnya, apabila penerbit memiliki mekanisme penjualan sendiri di luar distribusi edukasi, hal itu menjadi kebijakan internal penerbit. Namun, dirinya tidak pernah memberikan persetujuan untuk menjual buku melalui skema kewajiban pembelian di sekolah.

Sekolah Diminta Tidak Merasa Wajib Membeli

Melinda kembali menegaskan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak merasa memiliki kewajiban membeli buku tersebut apabila ada pihak yang mengatasnamakan dirinya.

“Tidak ada instruksi dari saya. Tidak usah, tidak perlu membeli buku itu. Buku tersebut nantinya dibagikan secara gratis,” tegasnya.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan informasi yang keliru sekaligus memastikan tujuan penerbitan “Jelajah Hijau di Pantai Losari” tetap terjaga, yakni memberikan edukasi lingkungan kepada anak-anak tanpa membebani sekolah, siswa, maupun orang tua.