BeritaInternasional

Iran Masih Buka Jalur Diplomasi, Harga Minyak Dunia Terangkat

Avatar photo
10
×

Iran Masih Buka Jalur Diplomasi, Harga Minyak Dunia Terangkat

Sebarkan artikel ini
Iran Masih Buka Jalur Diplomasi, Harga Minyak Dunia Terangkat


PRESSCORNER.ID – Iran masih membuka peluang penyelesaian konflik dengan Amerika Serikat (AS) melalui jalur perundingan meski kedua negara kembali terlibat aksi saling serang.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, Teheran tetap menginginkan solusi melalui negosiasi. Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah AS dan Iran kembali terlibat permusuhan untuk pertama kalinya sejak akhir Juli 2026.

Eskalasi tersebut turut mendorong harga minyak dunia melonjak lebih dari 3,5% karena meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

“Namun demikian, kami masih berupaya mencapai kesepakatan dan pemahaman, dan kami meyakini bahwa melanjutkan perang bukanlah kepentingan siapa pun, baik bagi kami, kawasan, maupun umat manusia,” kata Pezeshkian seperti dikutip kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, Senin (31/8/2026).

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut saat berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela pertemuan keamanan regional di Kyrgyzstan.

Dia menuduh AS gagal memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Meski demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran masih berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

“Kami meyakini solusi terhadap masalah yang ada adalah dialog dan kerja sama, dan setiap kapasitas harus digunakan untuk mencegah meluasnya ketidakamanan dan konflik,” ujarnya.

Saling Serang

Pernyataan Pezeshkian muncul setelah pasukan AS pada Minggu (30/8) menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, sekitar 660 kilometer sebelah timur Pulau Kharg.

Seorang pejabat AS mengatakan serangan tersebut dilakukan setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terpantau bersiap meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

Serangan di Pulau Larak menewaskan dua orang dan melukai sejumlah lainnya, menurut kantor berita Iran IRNA yang mengutip pernyataan gubernur setempat.

Iran kemudian melancarkan serangan terhadap dua pangkalan militer AS di Yordania, menurut laporan media Iran. Militer Iran juga menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab (UEA).

Namun, Kementerian Pertahanan UEA membantah laporan tersebut. UEA kemudian menyatakan angkatan udaranya telah menghadapi sebuah drone yang berasal dari Iran di atas perairan teritorial negara tersebut.

Iran juga mengklaim pasukannya berhasil menembak jatuh sebuah drone AS yang kemudian jatuh di perairan Teluk.

Di sisi lain, televisi pemerintah Iran melaporkan sebuah supertanker terbakar dan berhenti beroperasi setelah terkena dua ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz.

IRGC menyebut kapal tersebut berupaya melintasi jalur perairan secara ilegal, tetapi tidak memberikan rincian mengenai identitas kapal maupun awaknya.