BeritaBisnis

Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3% di 2026, tapi Perlu Jaga Kepercayaan Investor

Avatar photo
10
×

Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3% di 2026, tapi Perlu Jaga Kepercayaan Investor

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3% di 2026, tapi Perlu Jaga Kepercayaan Investor


MOMSMONEY.ID – Lembaga pengawasan ekonomi ASEAN+3 memproyeksikan fundamental Indonesia bisa solid asalkan kepercayaan investor bisa dipertahankan dengan kebijakan yang konsisten. 

Berdasarkan hasil Annual Consultation Visi AMRO ke Indonesia, ekonomi negara ini diproyeksikan tumbuh 5,3% di 2026. Hal ini didukung oleh konsumsi domestik yang tetap tangguh, investasi yang kuat, serta belanja pemerintah untuk program-program prioritas. 

Namun, Head dan Lead Economist Ravi Balakrishnan mengatakan, untuk mencapai hasil yang diharapkan, diperlukan desain kebijakan yang dikalibrasi secara hati-hati dan implementasi yang efektif, didukung komunikasi yang jelas dan konsisten serta koordinasi yang erat antarinstansi. 

“Mempertahankan kemampuan bank sentral untuk fokus pada stabilitas makroekonomi dan keuangan juga akan sangat penting bagi kredibilitas kebijakan, yang merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya dalam keterangan tertulis Jumat (28/8).

Sementara untuk inflasi, AMRO memproyeksikan inflasi rata-rata tahunan mencapai 3,4% pada 2026, masih berada dalam kisaran sasaran inflasi resmi. Harga energi ritel bersubsidi diperkirakan tetap membantu meredam dampak kenaikan harga minyak global. 

Kebijakan Bank Indonesia juga AMRO nilai responsif dan terkalibrasi dengan baik dalam menghadapi kondisi yang sangat menantang. Bank Indonesia menaikkan BI-Rate secara kumulatif 100 basis poin pada Mei dan Juni 2026, sebelum mempertahankannya pada 5,75 persen dalam dua rapat terakhir. 

Bank Indonesia juga memperkuat operasi moneter, langkah-langkah di pasar valuta asing, dan kebijakan lainnya untuk mendukung arus masuk modal serta memperkuat stabilitas rupiah.

Pada saat yang sama, bank sentral secara hati-hati menyesuaikan kebijakan makroprudensial untuk mendukung intermediasi kredit dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini didukung oleh sektor perbankan yang tangguh dengan permodalan dan likuiditas yang kuat, kualitas aset yang sehat, serta profitabilitas yang terus terjaga.

AMRO melihat faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia juga datang dari potensi reformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui Danantara serta proses debottlenecking yang berpotensi memberikan hasil positif.