MOMSMONEY.ID – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) terus memperluas ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satunya dengan menargetkan lahirnya 15.000 kreator konten di berbagai daerah.
Untuk mencapai target tersebut, Indosat berkolaborasi dengan Adobe Express dan komunitas IM3 Friends Creator Community.
Lewat program ini, pengguna IM3 bisa mendapatkan akses Adobe Express Premium secara gratis selama enam bulan. Layanan tersebut memiliki nilai Rp 493.000 dan bisa diperoleh melalui produk Freedom Internet, Paket Istimewa, maupun aktivasi kartu perdana IM3.
SVP Head of National Brand IM3 IOH Fahroni Arifin mengatakan, pengembangan komunitas kreator menjadi salah satu bentuk komitmen Indosat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Target 15.000 kreator tersebut juga merupakan bagian dari kesepakatan Indosat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.
“Jadi salah satu komitmennya memang waktu itu kita menjangkau seluruh Indonesia, kemudian membangun komunitas ekosistem ekonomi kreatif. Kita menargetkan 15.000 teman-teman konten kreator dan ekonomi kreatif,” ujar Fahroni di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Fahroni menilai target tersebut cukup realistis. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir, program Indosat telah menjangkau sekitar 75 kampus di Indonesia.
Salah satunya Universitas Esa Unggul Bekasi yang diikuti sekitar 1.200 peserta.
Program IM3 Friends Creator Community bersama Adobe Express kemudian menjadi kelanjutan dari kegiatan tersebut. Pada tahap awal, Indosat memilih 30 kreator untuk bergabung dalam komunitas.
Para kreator dipilih berdasarkan kemampuan membuat konten dan kesamaan visi. Nantinya, kreativitas mereka juga diarahkan untuk membantu kebutuhan digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Yang pertama seleksi karena kita mencari yang memang spiritnya kurang lebih sama. Mereka terbiasa membuat konten, konten kreatif, dan utamanya memang kita akan mendorong agar konten kreatif ini dimanfaatkan untuk UMKM,” kata Fahroni.
Tak hanya membantu UMKM, kemampuan membuat konten dengan Adobe Express juga dinilai bisa menjadi peluang penghasilan tambahan bagi kreator.
Pasalnya, kreator dapat membuat template yang nantinya digunakan oleh pengguna lain. Dari template tersebut, kreator berkesempatan mendapatkan penghasilan.
“Platform Adobe Express ini bisa menjadi sumber penghasilan bahkan. Karena template yang mereka buat itu ketika digunakan oleh orang lain, mereka mendapatkan uang. Jadi itu bisa berbayar,” ujar Fahroni.
Di sisi lain, perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) turut membuat proses pembuatan konten dan desain menjadi lebih mudah.
SVP Head of Hyper Personalization IOH Reno Rizki Yudha mengatakan, kreator kini tidak harus memiliki kemampuan teknis desain yang mendalam untuk menghasilkan sebuah karya.
Menurutnya, kehadiran AI membuat kreator bisa lebih fokus mengembangkan ide dan kreativitas.
“Zaman dulu itu desain kan susah banget, perlu orang yang benar-benar belajar desain untuk bisa desain. Kalau zaman sekarang dengan bantuan AI dan segala macam, kita cuma butuh creative thinking, apa sih yang mau gue buat, dan semua bisa dilakukan dengan platform dengan bantuan AI,” jelas Reno.
Setelah menyasar Jabodetabek, Jawa, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali, program ini selanjutnya akan diperluas ke Sumatera, Sulawesi, serta sejumlah kota lainnya.











