PRESSCORNER.ID – Harga emas cenderung bergerak stabil pada Jumat (28/8/2026), karena investor menahan diri untuk mengambil posisi besar menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Pelaku pasar tengah menunggu petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), terutama prospek suku bunga ke depan.
Melansir Reuters, harga emas spot turun tipis 0,02% menjadi US$ 4.600,07 per ons troi pada pukul 13.02 GMT. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi lebih dari tiga bulan di US$ 4.696,18 per ons troi pada Selasa (25/8/2026).
Kenaikan tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah-langkah dukungan terhadap obligasi pemerintah berjangka panjang.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember 2026 turun 0,3% menjadi US$ 4.642,90 per ons troi.
Analis pasar Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan, investor cenderung menunggu pernyataan Warsh sebelum membangun posisi besar di pasar emas.
“Pada dasarnya, menjelang pernyataan Kevin Warsh, trader tidak bersedia membangun posisi besar. Hal itu menjelaskan mengapa pergerakan pasar belakangan ini relatif terbatas,” ujar Razaqzada.
Pasar Tunggu Arah Suku Bunga The Fed
Investor juga mencermati komentar sejumlah pejabat The Fed mengenai prospek inflasi AS. Pada Kamis, Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City Jeffrey Schmid dan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack kembali menegaskan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan untuk meredam inflasi.
Komentar tersebut muncul sehari setelah data menunjukkan Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, salah satu indikator inflasi utama yang menjadi acuan The Fed, berada di level 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli 2026.
Menurut perangkat CME FedWatch, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 36% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September.
Warsh dijadwalkan menyampaikan pidatonya sekitar pukul 14.00 GMT pada Jumat.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Meski demikian, Razaqzada menilai emas masih memiliki peluang menguat apabila investor terus mengurangi eksposur terhadap dolar AS dan mencari alternatif aset atau mata uang dari negara dengan disiplin fiskal yang lebih baik.
“Jika kita dapat menembus area US$ 4.600, yang menjadi level yang cukup sulit ditembus sepanjang pekan ini, emas bisa dengan mudah kembali bergerak menuju level US$ 5.000,” katanya.
Harga Perak, Platinum dan Paladium Menguat
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 2,02% menjadi US$ 70,65 per ons troi.
Harga platinum juga menguat 2% menjadi US$ 1.882,70 per ons troi, sedangkan paladium melonjak 6,2% menjadi US$ 1.434,25 per ons troi.
Ketiga logam mulia tersebut berada di jalur untuk mencatat kenaikan secara mingguan.











