PRESSCORNER.ID – SHANGHAI. Saham Alibaba yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong merosot setelah perusahaan e-commerce dan komputasi awan sal China tersebut meluncurkan penempatan saham senilai US$ 10,2 miliar, karena investor khawatir akan pengembalian belanja AI yang sangat besar.
Senin (24/8/2026), saham Alibaba anjlok 10% menjadi HK$ 110,10 di sesi awal perdagangan.
Pada Minggu (23/8/2026), Alibaba mengatakan bahwa penempatan saham senilai HK$ 80 miliar atau setara US$ 10,21 miliar diselesaikan pada harga HK$ 112,70 masing-masing diskon 8,4% untuk penutupan hari Jumat (21/8/2026) bertujuan untuk mendanai pengembangan terkait AI. Hal ini melipatgandakan taruhan AI di tengah persaingan dan meningkatnya persaingan teknologi China dan AS.
“Ini adalah berita negatif dalam jangka pendek… karena penempatan saham melemahkan kepentingan pemegang saham,” kata Charles Wang, Ketua Shenzhen Dragon Pacific Capital Management.
“Selain itu, investor umumnya tidak menyukai belanja modal…padahal investasi tersebut bermanfaat dalam jangka panjang.”
Pandangan ini sejalan dengan kekhawatiran di AS dimana investor semakin mempertanyakan kapan belanja AI dalam jumlah besar akan menghasilkan keuntungan.
Kesepakatan ini merupakan penawaran lanjutan utama terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong dan yang terbesar ketiga secara global pada tahun ini, setelah penawaran dari Alphabet dan Intel.
Alibaba bermaksud menggunakan dana tersebut untuk mendanai pengembangan AI, termasuk perluasan infrastruktur terkait.
Penempatan saham ini dilakukan seminggu setelah Alibaba melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang menunjukkan bahwa perusahaan telah menghabiskan hampir separuh dari rencana belanja modal tiga tahunannya.
Alibaba juga memajukan perkiraan waktu balik modal investasi AI menjadi 2,5 tahun, dari sebelumnya 3 tahun, akibat lonjakan permintaan layanan AI.
Laba bersih kuartalan Alibaba turun 75% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh pengeluaran terkait AI.
Pekan lalu, divisi teknologi digital dan AI Alibaba Cloud meluncurkan pusat data ketiganya di Korea Selatan, sehingga memperluas jaringannya menjadi 104 zona ketersediaan yang tersebar di 30 wilayah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen infrastruktur AI Alibaba—yang diumumkan pada bulan Oktober—untuk berinvestasi sebesar 380 miliar yuan atau setara US$ 56,54 miliar dalam kurun waktu tiga tahun.











