BeritaInternasional

Saham Samsung Turun 8% di Pagi Ini (24/8), Rencana Pembagian Imbal Hasil Mengecewakan

Avatar photo
4
×

Saham Samsung Turun 8% di Pagi Ini (24/8), Rencana Pembagian Imbal Hasil Mengecewakan

Sebarkan artikel ini
Saham Samsung Turun 8% di Pagi Ini (24/8), Rencana Pembagian Imbal Hasil Mengecewakan


PRESSCORNER.ID – SEOUL. Saham Samsung Electronics anjlok 8% pada awal perdagangan pagi ini setelah rencana pengembalian atau imbal hasil kepada pemegang saham yang mencapai rekor US$ 79 miliar.

Rencana pembagian keuntungan ke pemegang saham ini mengecewakan para investor yang memperkirakan bagian yang lebih besar dari rejeki nomplok Samsung, yang dipicu oleh AI dan kejelasan yang lebih besar mengenai pembelian kembali (buyback) saham.

Produsen chip Korea Selatan tersebut mengatakan pada hari Jumat (21/8/2026) bahwa keuntungan pemegang saham tahun ini akan berkisar antara 90 triliun won hingga 110 triliun won atau setara US$ 65 miliar hingga US$ 80 miliar, termasuk dividen tunai sebesar 30 triliun won pada pada kuartal ketiga.

Meskipun lima kali lipat dari rekor keuntungan tertinggi sebelumnya pada tahun 2020, para analis mengatakan proyeksi keuntungan Samsung lebih kecil dari perkiraan mereka dan mereka mengharapkan rincian lebih lanjut mengenai rencana buyback.

Samsung mengatakan, akan terus memberikan 50% dari arus kas bebas yang terakumulasi selama periode tiga tahun kepada pemegang saham, berdasarkan kebijakan pengembalian pemegang saham tahun 2024 hingga 2026.

Saingan Samsung, SK Hynix, mengatakan di pekan lalu bahwa pihaknya akan melakukan buyback dan membatalkan 40 triliun won saham treasury dan mengalokasikan lebih dari 50% arus kas bebas yang dihasilkan antara tahun 2025 dan 2027 untuk meningkatkan keuntungan pemegang saham.

Saham SK Hynix naik 0,4%. Sedangkan indeks acuan KOSPI turun 1,5% pada sesi awal hari ini.

“Tidak seperti SK Hynix, Samsung Electronics tidak menyebutkan kemungkinan menaikkan kebijakan pengembalian pemegang saham yang ada, juga tidak mengumumkan  rencana untuk membatalkan saham treasury yang dapat berkontribusi lebih langsung terhadap kenaikan harga saham, dan hal ini mengecewakan,” kata Sohn In-joon, analis di Eugene Securities, dalam sebuah laporan seperti dikutip dari Reuters.

“Pengembalian modal besar, sedikit di bawah ekspektasi,” kata Morgan Stanley dalam laporannya.

Dikatakan bahwa para investor perlu memperhatikan keputusan Samsung pada bulan Januari mengenai alokasi sisa 60 triliun won hingga 80 triliun won, serta kerangka pengembalian modal perusahaan berikutnya, yang akan berlaku tahun depan.