KONTAN.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengungkap potensi ekonomi sektor perikanan Indonesia yang mencapai US$ 34 miliar setiap tahun. Namun, menurutnya, baru sekitar 5% dari potensi tersebut yang dapat dinikmati Indonesia.
Prabowo mengatakan sebagian besar potensi ekonomi perikanan Indonesia masih belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, ia menyebut sebagian potensi tersebut diambil oleh kapal-kapal negara lain secara ilegal.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).
“Nilai perikanan kita setiap tahun adalah US$ 34 miliar, baru 5% yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil kapal negara lain tanpa izin kita,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi ekonomi kelautan Indonesia yang belum dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.
Ia meminta pemerintah terus memperkuat pengelolaan sumber daya laut nasional agar potensi perikanan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia.
“Bayangkan berapa nilai yang hilang setiap hari, setiap tahun,” katanya.
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah membangun infrastruktur pendukung bagi masyarakat nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
Prabowo mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari dermaga, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin atau cold storage, pengolahan hasil laut, perumahan hingga fasilitas sosial.
“Kita di bidang perikanan sedang bangun Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilengkapi dermaga, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, pengelolaan hasil laut, perumahan dan fasilitas sosial,” ujar Prabowo.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah telah membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 1.286 kampung pada akhir 2029.
“Hari ini 100 kampung nelayan sudah kita bangun, target kita 1.286 kampung nelayan akan berdiri dan berfungsi di akhir 2029,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan laut Indonesia harus mampu menjadi sumber kemakmuran bagi nelayan dalam negeri. Karena itu, selain membangun infrastruktur kawasan nelayan, pemerintah juga akan memperkuat armada perikanan nasional.
“Kita juga harus bangun armada kapal ikan modern. Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat tapi kita harus mulai,” ujarnya.
Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 1.500 kapal ikan modern mulai 2027 mendatang.
“2027 mendatang kita target kita mulai bangun 1.500 kapal modern,” pungkas Prabowo.











