PRESSCORNER.ID – Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung stabil pada perdagangan Rabu (5/8/2026).
Di antara mata uang utama kawasan, dolar Taiwan dan won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar terhadap greenback.
Mengutip data Reuters hingga pukul 02.04 GMT, dolar Taiwan menguat 0,37% menjadi 32,326 per dolar AS, menjadikannya mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan pada perdagangan hari itu.
Di posisi berikutnya, won Korea Selatan terapresiasi 0,27% ke level 1.425,20 per dolar AS, sementara rupiah Indonesia menguat 0,25% menjadi 17.970 per dolar AS.
Penguatan juga terjadi pada yen Jepang yang naik 0,05%, yuan China 0,05%, peso Filipina 0,05%, baht Thailand 0,06%, serta dolar Singapura 0,02% terhadap dolar AS.
Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang utama Asia yang melemah pada perdagangan pagi ini, turun 0,10% ke level 4,089 per dolar AS.
Secara year to date (YTD) hingga awal Agustus 2026, kinerja mata uang Asia masih beragam.
Yuan China menjadi mata uang dengan apresiasi terbesar terhadap dolar AS, menguat 3,56% dibandingkan posisi akhir 2025.
Won Korea Selatan juga masih mencatat kenaikan 1,00%, disusul dolar Singapura yang menguat 0,30%.
Di sisi lain, sejumlah mata uang masih mengalami pelemahan sejak awal tahun. Rupiah menjadi yang paling tertekan dengan depresiasi 7,23% dibandingkan posisi akhir 2025.
Selain rupiah, baht Thailand telah melemah 5,30%, rupee India 5,77%, peso Filipina 3,51%, dolar Taiwan 2,75%, ringgit Malaysia 0,81%, dan yen Jepang 0,63% terhadap dolar AS.











