BeritaBisnis

Cermati Data AS, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rp 17.930 – Rp 17.980 Kamis (6/8)

Avatar photo
9
×

Cermati Data AS, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rp 17.930 – Rp 17.980 Kamis (6/8)

Sebarkan artikel ini
Cermati Data AS, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rp 17.930 – Rp 17.980 Kamis (6/8)


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,52% atau naik 94,00 poin ke posisi Rp 17.933 per dolar AS.

Mengacu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, mata uang Garuda menguat 0,55% ke level Rp 17.937 per dolar AS dari posisi hari sebelumnya Rp 18.037 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan indeks dolar AS pada perdagangan Rabu (5/8/2026) turut memberikan angin segar bagi pergerakan rupiah.

Pasar merespons positif pernyataan pihak Qatar pada Selasa yang menyatakan bahwa para mediator telah mencapai kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Perkembangan ini mendorong penurunan harga minyak mentah Brent hingga ditutup di bawah level US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli, meskipun Teheran membantah klaim Presiden AS Donald Trump mengenai pembicaraan negosiasi yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, para pengamat kebijakan moneter dan pelaku pasar global fokus memantau rilis data pasar tenaga kerja AS minggu ini untuk mengukur arah suku bunga acuan The Fed.

Pasar menantikan rilis data perubahan ketenagakerjaan ADP serta Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat esok.

Proyeksi penambahan tenaga kerja swasta versi ADP bulan Juli diperkirakan sebanyak 70.000 pekerjaan, melambat dibandingkan dengan 98.000 pekerjaan pada Juni.

Angka ketenagakerjaan yang melandai ini berpotensi meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,29% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp 6.552,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.576,2 triliun.

Secara triwulanan, ekonomi tumbuh 3,73%, sementara secara kumulatif pada semester I-2026 tumbuh sebesar 5,45%.

Realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 tersebut berada di atas perkiraan konsensus ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 4,8% hingga 4,9%.

Meskipun terjadi pengetatan moneter dan ketidakpastian fiskal global, laju PDB dalam negeri dinilai masih berdaya tahan.

Selain itu, BPS mencatat deflasi bulanan sebesar 0,14% pada Juli 2026 dengan inflasi tahunan berada pada level 2,88%.

Penurunan harga pangan berhasil menyeimbangkan pengeluaran masyarakat di tengah tekanan biaya pendidikan tahun ajaran baru.

Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah untuk perdagangan besok, Kamis (6/8/2026), bakal bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp 17.930 – Rp 17.980 per dolar AS.