PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sudah kembali digelar. Tahun ini, gelaran akbar industri otomotif ini bakal berlangsung hingga 9 Agustus mendatang di ICE BSD City, Tangerang.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah produsen otomotif memperkenalkan kendaraan seri baru buatan pabrikannya. Mobil baru yang cukup banyak diperkenalkan tahun ini adalah mobil listrik alias electric vehicle (EV), mulai battery electric vehicle (BEV) hingga range-extended electric vehicle (REEV).
Berikut beberapa mobil listrik baru yang diperkenalkan di ajang GIIAS 2026, berdasarkan riset KONTAN.
- Lepas E4
Ajang GIIAS 2026 menjadi wadah bagi produsen otomotif baru Lepas memperkenalkan produknya. Lepas adalah sub-merek kendaraan energi baru New Energy Vehicle (NEV) premium dari Chery Group asal China.
Dalam GIIAS 2026, Lepas memperkenalkan Lepas E4. Harga mobil listrik ini dipatok Rp 339 juta selama pelaksanaan GIIAS. Setelah ajang ini selesai, harga akan kembali ke harga normal di Rp 349 juta per unit.
- Chery Q
Chery meluncurkan Chery Q pada GIIAS 2026. Model ini menjadi satu dari tiga kendaraan baru yang dipersiapkan Chery untuk pasar Indonesia. Mobil ini jadi salah satu yang mencuri perhatian di ajang GIIAS tahun ini. Pasalnya, mobil ini memiliki sejumlah fitur yang lazimnya disematkan di mobil mewah.
Sementara harga mobil ini diprediksi dimulai sekitar Rp 200 jutaan per unit. Selama GIIAS 2026, Chery juga menawarkan Sigma Package tanpa biaya tambahan yang mencakup Autonomous Parking Assist, Power Tailgate, velg 17 inci, dan wireless fast charging 50 watt.
- All-New Mazda 6e Fastback
PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) juga memperkenalkan mobil listrik pertamanya di Indonesia, yakni All-New Mazda 6e Fastback. Harga mobil ini dipatok Rp 850 juta per unit.
Selain mobil listrik tersebut, Mazda juga membawa dua seri mobil baru non listrik di ajang GIIAS 2026, yakni All-New Mazda CX-5 dan New Mazda CX-30.
- Seri mobil listrik baru dari Changan
GIIAS 2026 menjadi debut pertama produsen otomotif asal China, Changan, dalam gelaran pameran otomotif ini di Indonesia. Dalam ajang tahun ini, Changan Indonesia mempekenalkan 13 unit kendaraan, terdiri dari lima unit Nevo Q05, empat unit Deepal S05, dua unit Deepal S07, dan dua unit Lumin.
Changan Nevo Q05 tampil sebagai bintang utama, sekaligus resmi menjalani debut perdananya di Indonesia. Mobil ini resmi dipasarkan dengan harga spesial peluncuran Rp 309 juta untuk varian Pro dan Rp 359 juta untuk varian Max, on the road Jakarta.
- iCAR V27
Sub-brand Chery Group, iCAR Indonesia, memperkenalkan V27 di ajang GIIAS 2026, yang dilengkapi teknologi REEV atau kendaraan listrik dengan penambah jarak tempuh. Model ini diklaim bisa menempuh jarak 1.200 kilometer.
Seri V27 ini menjadi model kedua iCAR di Indonesia. Saat ini, harga resmi iCAR V27 REEV di ajang GIIAS 2026 belum diumumkan secara resmi. Pihak iCAR baru membuka tahap pemesanan awal (pre-book).
- Wuling Aira EV
Wuling Motors menghadirkan Aira EV, mobil yang diusung sebagai solusi mobilitas harian masyarakat. Maklum, mobil ini memiliki bodi yang simpel dan ringkas. Harganya pun terbilang miring. Untuk pasar Indonesia, Aira EV Standard Range dipasarkan dengan harga Rp 155 juta, sedangkan Aira EV Long Range dibanderol Rp 175 juta.
Itulah sejumlah mobil listrik baru yang diperkenalkan di ajang GIIAS 2026. Nah, kalau Anda tertarik membeli mobil listrik baru, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
Pertama, soal layanan purna jual. Jangan hanya terpaku pada harga yang kompetitif serta fitur teknologi yang ditawarkan. Pastikan merek yang dipilih memiliki jaringan layanan purnajual yang memadai, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknisi yang kompeten.
“Jangan sampai keputusan pembelian justru menimbulkan kendala di kemudian hari karena terbatasnya layanan atau bahkan berkurangnya keberadaan diler dan jaringan pendukung di Indonesia,” kata Suhandi Sumantri, Country Head of Motor & Auto Extended Warranty PT Sompo Insurance Indonesia.
Kedua, cermati garansi baterai. Komponen paling vital sekaligus paling mahal pada mobil listrik adalah baterai. Oleh karena itu, pembeli mesti memahami dengan baik ketentuan garansi yang diberikan pabrik, mulai dari awal perlindungan, batas kilometer, hingga jenis kerusakan yang ditanggung.
Saat ini, banyak produsen menawarkan garansi baterai hingga 8 tahun atau sekitar 120.000 hingga 160.000 kilometer, sehingga penting untuk mengetahui syarat dan ketentuannya sejak awal.
Ketiga, jangan lupakan perlindungan kendaraan. Selain garansi dari produsen, perlindungan asuransi juga perlu menjadi perhatian. Untuk itu, perlu memilih polis asuransi yang secara jelas mencakup komponen kendaraan listrik, termasuk baterai dan sistem kelistrikan bertegangan tinggi.
Langkah ini penting karena biaya perbaikan atau penggantian baterai dapat mencapai sekitar puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Selain itu, pertimbangkan juga risiko alam. “Bagi pemilik kendaraan di Indonesia, risiko banjir menjadi hal yang tidak boleh diabaikan,” kata Suhandi.
Meski teknologi pada kendaraan listrik modern telah dirancang dengan sistem perlindungan baterai yang tahan terhadap percikan air dan genangan dalam batas tertentu, tetap saja kendaraan yang terendam memiliki risiko mengalami kerusakan serius pada baterai dan komponen elektronik.
Oleh karena itu, pastikan garansi maupun polis asuransi menjelaskan perlindungan yang jelas terhadap risiko banjir agar terhindar dari biaya perbaikan yang besar di kemudian hari.











