Kumamoto pun menjadi perhatian setelah gempa kuat tersebut diikuti serangkaian gempa susulan.
Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) mencatat gempa utama terjadi sekitar pukul 16.27 waktu Jepang.
Pusat gempa berada di wilayah Kumamoto pada koordinat sekitar 32,6 derajat Lintang Utara dan 130,7 derajat Bujur Timur.
Gempa berkekuatan M7,1 tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Guncangan kuat dirasakan di Kumamoto dan sejumlah wilayah lain di Jepang selatan.
Korban Gempa Kumamoto
Dampak gempa mulai dilaporkan dari sejumlah lokasi.
Reuters melaporkan sedikitnya satu orang meninggal dan sekitar 50 orang mengalami luka-luka berdasarkan perkembangan yang tersedia setelah gempa.
Guncangan juga menyebabkan pemadaman listrik terhadap ribuan pelanggan serta mengganggu perjalanan dan aktivitas masyarakat.
Situasi masih berkembang sehingga jumlah korban maupun tingkat kerusakan dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan darurat.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan pusat perbelanjaan di Kumamoto. Tim penyelamat melakukan penanganan setelah terjadi insiden serius pascagempa.
Karena informasi masih berkembang, penyebab insiden tersebut perlu menunggu hasil pemeriksaan otoritas dan tidak semestinya langsung dikaitkan dengan kerusakan tertentu akibat gempa tanpa konfirmasi.
Gempa Susulan Guncang Kumamoto
Ancaman belum sepenuhnya berakhir setelah gempa utama.
JMA mencatat aktivitas gempa berikutnya terjadi di wilayah Kumamoto.
Salah satunya terjadi sekitar pukul 16.37 waktu Jepang, hanya sekitar 10 menit setelah gempa utama.
Gempa tersebut tercatat berkekuatan sekitar M4,3, berkedalaman 10 kilometer dan mencapai intensitas maksimum 4 pada skala intensitas seismik Jepang.
Gempa lain dengan magnitudo sekitar 4,3 kembali tercatat pada pukul 16.59 waktu setempat dengan pusat yang juga berada di wilayah Kumamoto dan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Rangkaian tersebut membuat perkembangan gempa Kumamoto masih menjadi perhatian setelah guncangan utama M7,1.
Seberapa Kuat Gempa Kumamoto?
Data JMA memperlihatkan gempa utama tidak hanya menghasilkan guncangan kuat, tetapi juga gerakan tanah berperiode panjang yang terdeteksi hingga berbagai wilayah.
JMA mencatat tingkat tertinggi gerakan tanah berperiode panjang berada pada kelas 4 di wilayah Kumamoto, sementara tingkat lebih rendah tercatat di sejumlah wilayah lain mulai dari Kyushu hingga sebagian wilayah yang lebih jauh.
Karakter gempa yang dangkal turut menjadi salah satu faktor penting dalam besarnya guncangan di sekitar wilayah sumber.
Kumamoto Pernah Diguncang Gempa Besar
Nama Kumamoto bukan pertama kali muncul dalam catatan gempa besar Jepang.
Pada 2016, wilayah tersebut mengalami rangkaian gempa merusak yang mencapai M7,3. Rangkaian gempa saat itu berkaitan dengan zona sesar Futagawa-Hinagu.
Namun, riwayat tersebut tidak otomatis berarti gempa M7,1 pada 28 Juli 2026 mempunyai mekanisme sumber yang sama.
Penentuan sesar maupun mekanisme penyebab gempa terbaru perlu merujuk pada analisis resmi lembaga kebencanaan dan seismologi Jepang.
Kumamoto Trending, Gempa Jepang Banyak Dicari
Gempa tersebut juga membuat Kumamoto mengalami peningkatan pencarian di Google.
Berdasarkan pantauan Google Trends, sejumlah kueri yang muncul berkaitan dengan topik tersebut antara lain “gempa Jepang”, “gempa hari ini”, “gempa terkini” hingga “BMKG gempa hari ini”.
Lonjakan pencarian terjadi seiring masyarakat mencari informasi mengenai lokasi gempa, magnitudo, korban hingga perkembangan gempa susulan.
Perkembangan dari Kumamoto masih perlu dipantau karena pendataan dampak gempa dan aktivitas gempa susulan masih berlangsung.
Masyarakat Indonesia yang mencari perkembangan gempa Jepang juga disarankan merujuk pada informasi lembaga resmi seperti JMA dan otoritas terkait, terutama karena informasi mengenai korban dan kerusakan dapat berubah dalam situasi bencana.











