BeritaBisnis

Wisata Medis RI ke Korea Naik 75%, Sinarmas Land Hadirkan di Kawasan Ekonomi Banten

Avatar photo
4
×

Wisata Medis RI ke Korea Naik 75%, Sinarmas Land Hadirkan di Kawasan Ekonomi Banten

Sebarkan artikel ini
Wisata Medis RI ke Korea Naik 75%, Sinarmas Land Hadirkan di Kawasan Ekonomi Banten


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Tren wisata medis ke Korea Selatan terus mengalami peningkatan, termasuk dari Indonesia. Data Korea Tourism Organization (KTO) mencatat jumlah wisatawan medis asal Indonesia yang berobat ke Korea Selatan naik dari sekitar 6.449 orang pada 2023 menjadi hampir 10.000 orang pada 2024 atau tumbuh sekitar 75%.

Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan dan bedah estetika Korea Selatan yang dikenal memiliki teknologi medis maju serta standar pelayanan internasional.

Melihat peluang tersebut, Seoul Jakarta Plastic Surgery resmi membuka layanan di Biomedical Campus, BSD City. Klinik ini hadir dengan konsep Korean Beauty Without Distance, yakni menghadirkan pengalaman layanan estetika khas Korea Selatan tanpa pasien harus melakukan perjalanan ke luar negeri.

Klinik tersebut menghadirkan tim dokter spesialis bedah plastik senior asal Korea Selatan yang menetap dan berpraktik di Indonesia. Para dokter memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menangani berbagai prosedur estetika di tingkat internasional.

Grand Opening Seoul Jakarta Plastic Surgery digelar di Biomedical Campus, BSD City, pada 27 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Seoul Jakarta Plastic Surgery Dr. Elisa Husin, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika Indonesia dr. Qori Haly, Sp.BP-RE, Chief of Property Management D-HUB SEZ Sandra Kosasih, serta jajaran pimpinan perusahaan dan sejumlah figur publik.

Hadirkan Standar Korea Tanpa Harus ke Luar Negeri

Dr. Elisa Husin mengatakan kehadiran Seoul Jakarta Plastic Surgery bertujuan memberikan akses lebih dekat bagi masyarakat Indonesia terhadap layanan bedah plastik dengan standar Korea Selatan.

“Kami ingin menghapus batasan jarak bagi masyarakat Indonesia yang mendambakan kualitas bedah plastik terbaik khas Korea dengan hasil yang natural. Di Seoul Jakarta Plastic Surgery, kami menggabungkan keahlian dokter Korea berpengalaman lebih dari dua dekade dengan teknologi medis terkini,” ujar Elisa.

Menurutnya, pemilihan Biomedical Campus, BSD City, menjadi langkah strategis karena kawasan tersebut memiliki infrastruktur modern dan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem kesehatan berstandar internasional.

“Kami berharap lokasi ini dapat menjadi pusat destinasi medical tourism baru yang menawarkan akses mudah dan layanan kesehatan estetika bertaraf internasional,” tambahnya.

Kehadiran Seoul Jakarta Plastic Surgery juga dinilai memperkuat posisi D-HUB SEZ sebagai kawasan yang mengintegrasikan sektor kesehatan, pendidikan, riset, dan inovasi.

Chief Operations Officer (COO) D-HUB SEZ Lindawaty Chandra menyambut kehadiran klinik tersebut sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan global di Indonesia.

“Kehadiran klinik ini semakin memperkuat D-HUB SEZ sebagai destinasi yang mengintegrasikan layanan kesehatan, pendidikan, riset, dan inovasi dalam satu ekosistem,” ujar Lindawaty.

Ia berharap investasi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan estetika berstandar internasional sekaligus mendorong pertumbuhan medical aesthetic tourism dan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan di kawasan regional.

Untuk mendukung layanan estetika, Seoul Jakarta Plastic Surgery dilengkapi berbagai teknologi medis terbaru. Salah satunya adalah teknologi endoskopi yang memungkinkan prosedur dilakukan melalui sayatan minimal sehingga dapat membantu mempercepat pemulihan pasien.

Klinik ini juga menyediakan fasilitas 3D CT scan untuk melakukan pemetaan anatomi pasien secara menyeluruh sebelum tindakan operasi. Teknologi tersebut memungkinkan dokter menyusun rencana bedah yang lebih akurat dan personal.

Selain itu, tersedia layanan customized implant yang dirancang menyesuaikan struktur anatomi setiap pasien, serta fasilitas hyperbaric chamber atau terapi oksigen bertekanan tinggi yang ditujukan untuk membantu proses pemulihan setelah operasi.

D-HUB SEZ atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi Teknologi Kesehatan Internasional Banten merupakan KEK pertama di Indonesia yang secara khusus berfokus pada pengembangan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan.

Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan institusi pendidikan, rumah sakit, pusat riset, perusahaan teknologi, hingga pelaku industri kesehatan.

Melalui insentif investasi, kemudahan regulasi, serta infrastruktur modern, D-HUB SEZ diproyeksikan mampu menarik investasi global, mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat inovasi kesehatan di Asia.

Dari sisi akses, kawasan ini didukung jaringan infrastruktur yang terhubung dengan berbagai pusat aktivitas BSD City, seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD CBD, Green Office Park, hingga Unilever Campus.

Kawasan tersebut juga dekat dengan sejumlah institusi pendidikan internasional seperti Monash University, Binus University, Universitas Prasetiya Mulya, IPEKA BSD, Jakarta Nanyang School, dan Sinarmas World Academy, serta fasilitas kesehatan seperti Eka Hospital BSD.

Akses menuju D-HUB SEZ juga didukung jaringan jalan tol, termasuk Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja), Tol Jakarta-Serpong yang terhubung dengan JORR 1, JORR 2, Tol Japek, dan Tol Jagorawi. Transportasi publik juga tersedia melalui BSD Link, feeder bus BSD City, serta KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk dan Stasiun Jatake.

Dengan kombinasi teknologi medis Korea Selatan dan ekosistem kesehatan terpadu di BSD City, kehadiran Seoul Jakarta Plastic Surgery menjadi salah satu langkah baru dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan layanan medical tourism di kawasan Asia.