BeritaSulawesi SelatanSulsel

Mengapa Gempa di Parepare Sering Terasa? Ini Penjelasan BMKG

Avatar photo
3
×

Mengapa Gempa di Parepare Sering Terasa? Ini Penjelasan BMKG

Sebarkan artikel ini
Mengapa Gempa di Parepare Sering Terasa? Ini Penjelasan BMKG


Presscorner.id — Gempa bumi yang beberapa kali dirasakan warga Parepare dan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan belakangan ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa guncangan dengan magnitudo yang tidak terlalu besar tetap terasa cukup jelas?

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), salah satu penyebabnya adalah karakteristik gempa yang memiliki pusat atau hiposenter relatif dangkal. Semakin dangkal kedalaman gempa, semakin besar energi getaran yang dapat dirasakan di permukaan, terutama jika lokasi episenter berada tidak jauh dari wilayah permukiman.

Selain aktivitas gempa lokal, warga Parepare juga beberapa kali merasakan guncangan yang berasal dari wilayah Sulawesi Barat, seperti perairan Polewali Mandar maupun Majene. Pada beberapa kejadian, intensitas guncangan yang dirasakan mencapai skala III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah meskipun tidak menimbulkan kerusakan.

BMKG menjelaskan kawasan Sulawesi bagian barat, termasuk wilayah di sekitar Selat Makassar, merupakan daerah yang aktif secara tektonik. Keberadaan sejumlah sesar aktif dan aktivitas tektonik di kawasan tersebut membuat gempa bumi dengan magnitudo kecil hingga menengah dapat terjadi sewaktu-waktu.

Namun demikian, BMKG menegaskan bahwa penyebab setiap kejadian gempa harus mengacu pada hasil analisis resmi untuk masing-masing peristiwa. Dengan demikian, masyarakat tidak dianjurkan menyimpulkan sendiri sumber gempa tanpa informasi resmi dari BMKG.

Karena itu, meski magnitudonya hanya berkisar M2 hingga M4, gempa dengan kedalaman sekitar 4 hingga 13 kilometer tetap dapat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat yang berada di sekitar wilayah episenter.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi mengenai magnitudo, lokasi episenter, kedalaman, maupun potensi gempa susulan sebaiknya hanya mengacu pada kanal resmi BMKG.

Di samping itu, masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dengan memahami langkah penyelamatan saat terjadi gempa bumi, tanpa perlu panik ketika merasakan guncangan yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami.