BeritaInternasional

Bursa Australia Melonjak Hampir 1% Senin (27/7) Pagi, Ketegangan Timur Tengah Mereda

Avatar photo
5
×

Bursa Australia Melonjak Hampir 1% Senin (27/7) Pagi, Ketegangan Timur Tengah Mereda

Sebarkan artikel ini
Bursa Australia Melonjak Hampir 1% Senin (27/7) Pagi, Ketegangan Timur Tengah Mereda


PRESSCORNER.ID – Bursa saham Australia menguat hampir 1% pada perdagangan Senin (27/7/2026), mencatat kinerja harian terbaik dalam lebih dari tiga pekan.

Penguatan dipicu membaiknya sentimen investor setelah ketegangan di Timur Tengah mereda serta kenaikan harga tembaga yang mengangkat saham sektor pertambangan dan keuangan.

Melansir Reuters hingga pukul 00.11 GMT, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,9% ke level 8.851,30. Jika bertahan hingga penutupan, ini akan menjadi kenaikan harian terbesar sejak 3 Juli. Sebelumnya, indeks tersebut turun 0,8% pada perdagangan Jumat.

Optimisme pasar meningkat setelah muncul tanda-tanda meredanya konflik di Timur Tengah, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap pasokan energi dan risiko perlambatan ekonomi global.

Iran menyatakan akan menghentikan serangan selama Amerika Serikat tidak melanjutkan aksi militernya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Pentagon menghentikan sementara operasi militer yang berlangsung selama 13 malam berturut-turut pada akhir pekan. Perkembangan ini turut mendorong harga minyak turun sekitar 5%.

Saham tambang dan emas memimpin penguatan

Di Bursa Sydney, saham-saham pertambangan naik 2,1% setelah harga tembaga menguat. Kenaikan tersebut membantu sektor ini pulih dari penurunan lebih dari 3% pada perdagangan Jumat.

Dua emiten tambang terbesar Australia, Rio Tinto dan BHP, masing-masing menguat 1% dan 1,4%.

Sementara itu, saham perusahaan tambang emas melonjak 5,1% seiring kenaikan harga emas dunia, sekaligus menjadi kinerja terbaik sektor tersebut dalam lebih dari tiga pekan.

Saham Evolution Mining naik 4,7%, sedangkan Northern Star Resources menguat 3,9%.

Pasar menanti data inflasi Australia

Investor kini menantikan rilis data inflasi Australia kuartal II yang dijadwalkan pada Rabu (29/7).

Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA), yang akan kembali menggelar rapat kebijakan bulan depan.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 30% peluang RBA akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang.

Sektor perbankan menguat, energi tertekan

Saham sektor keuangan naik hingga 0,7%, mencapai level tertinggi sejak 22 April.

Keempat bank terbesar Australia atau Big Four Banks mencatat kenaikan antara 0,4% hingga 0,9%.

Sementara itu, saham teknologi melonjak 3,8%, menjadi kenaikan harian terbesar sejak 29 Juni setelah sebelumnya terkoreksi lebih dari 10% dalam dua pekan terakhir.

Di sisi lain, sektor energi bergerak berlawanan arah dengan pasar. Indeks saham energi turun hingga 3,3%, menjadi penurunan harian terdalam sejak 17 Juni akibat anjloknya harga minyak dunia.

Saham Santos melemah 3,8%, sedangkan Woodside Energy turun 2,5%.

Adapun di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun 0,4% ke level 13.719,90.