Presscorner.id – Malaysia mulai bersiap menghadapi ancaman Super El Niño yang diperkirakan memicu suhu ekstrem pada 2027. Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memperingatkan bahwa fenomena tersebut berpotensi mendorong suhu udara melampaui rekor nasional 40,1 derajat Celsius yang tercatat di Chuping, Perlis, pada 1998.
Direktur Jenderal MetMalaysia, Mohd Hisham Mohd Anip, mengatakan fenomena El Niño diperkirakan menguat mulai akhir 2026 dan mencapai puncaknya pada periode Maret hingga Mei 2027. Kombinasi El Niño yang sangat kuat dan pemanasan global diperkirakan akan meningkatkan suhu rata-rata secara signifikan di berbagai wilayah Malaysia.
Apa Itu Super El Niño?
Super El Niño merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan fase El Niño dengan intensitas sangat kuat. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur meningkat jauh di atas normal sehingga memengaruhi pola cuaca global.
Dampaknya dapat berupa berkurangnya curah hujan, meningkatnya suhu udara, musim kemarau yang lebih panjang, hingga meningkatnya risiko kekeringan dan kebakaran hutan di sejumlah negara, termasuk kawasan Asia Tenggara.
Malaysia Berpotensi Alami Suhu Tertinggi
MetMalaysia memperkirakan suhu udara di Malaysia dapat melampaui rekor 40,1 derajat Celsius yang tercatat hampir tiga dekade lalu.
Menurut Mohd Hisham, pada saat El Niño kuat, suhu rata-rata dapat meningkat sekitar 0,7 derajat Celsius. Jika dikombinasikan dengan tren pemanasan global yang terus berlangsung, suhu maksimum berpotensi mencetak rekor baru pada 2027.
Selain suhu yang lebih panas, curah hujan diperkirakan akan menurun, terutama di wilayah utara Semenanjung Malaysia serta negara bagian Sabah dan Sarawak yang memiliki peran penting dalam sektor pertanian dan perkebunan.
Ancaman bagi Pertanian dan Pasokan Air
Pemerintah Malaysia mulai mengingatkan berbagai sektor untuk mempersiapkan langkah mitigasi menghadapi dampak Super El Niño.
Kondisi cuaca yang lebih kering diperkirakan dapat mengurangi produktivitas pertanian, meningkatkan risiko kebakaran lahan, serta memperbesar tekanan terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Sebelumnya, pemerintah Malaysia juga telah memperingatkan bahwa El Niño dapat menurunkan hasil panen hingga 8–10 persen di beberapa sektor pertanian.
Apakah Indonesia Berpotensi Terdampak?
Fenomena El Niño tidak hanya memengaruhi Malaysia, tetapi juga kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan sektor pertanian agar bersiap menghadapi musim yang lebih kering akibat pengaruh El Niño. Dampaknya dapat berupa berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah, sehingga petani diminta menyesuaikan pola tanam dan penggunaan air.
Meski demikian, tingkat dampak di setiap negara dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi atmosfer, geografis, dan faktor iklim lainnya.
Pemerintah Diminta Bersiap Lebih Awal
Peringatan dini dari MetMalaysia menjadi sinyal bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada 2027.
Langkah antisipasi seperti pengelolaan sumber daya air, penyesuaian jadwal tanam, hingga mitigasi risiko kebakaran hutan dinilai penting untuk mengurangi dampak Super El Niño apabila fenomena tersebut benar-benar berkembang sesuai prakiraan.











