BeritaSulawesi SelatanSulsel

Malaysia Siaga Super El Niño, Apakah Indonesia Berpotensi Mengalami Dampak yang Sama?

Avatar photo
3
×

Malaysia Siaga Super El Niño, Apakah Indonesia Berpotensi Mengalami Dampak yang Sama?

Sebarkan artikel ini
Malaysia Siaga Super El Niño, Apakah Indonesia Berpotensi Mengalami Dampak yang Sama?


Presscorner.id – Peringatan pemerintah Malaysia mengenai potensi Super El Niño pada 2027 turut memunculkan pertanyaan di Indonesia. Apakah fenomena iklim ekstrem tersebut juga akan berdampak pada Tanah Air?

Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memperkirakan Super El Niño dapat memicu suhu tertinggi dalam sejarah negara itu, dengan puncak dampak diperkirakan terjadi pada Maret hingga Mei 2027. Fenomena tersebut diproyeksikan meningkatkan suhu udara, mengurangi curah hujan, serta memperbesar risiko kekeringan dan kebakaran hutan.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Apakah Indonesia Bisa Terdampak Super El Niño?

Jawabannya berpotensi iya, namun besarnya dampak bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer dan laut dalam beberapa bulan ke depan.

Secara geografis, Indonesia dan Malaysia sama-sama berada di kawasan Asia Tenggara yang dipengaruhi sistem iklim tropis dan fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Ketika El Niño menguat, sebagian besar wilayah Indonesia umumnya mengalami penurunan curah hujan dan musim kemarau yang lebih panjang.

Meski demikian, dampaknya tidak selalu sama di setiap daerah. Beberapa wilayah dapat mengalami kekeringan lebih parah, sementara wilayah lain tetap menerima hujan karena dipengaruhi faktor iklim regional.

Apa Kata BMKG?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa El Niño merupakan fenomena iklim global yang dapat memengaruhi pola hujan di Indonesia. Ketika fenomena ini menguat, curah hujan cenderung berkurang, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan serta Sulawesi.

BMKG juga menegaskan bahwa dampak El Niño perlu terus dipantau karena dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk suhu muka laut di perairan Indonesia dan fenomena iklim regional seperti Indian Ocean Dipole (IOD).

Hingga saat ini, BMKG belum mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Indonesia akan mengalami Super El Niño pada 2027. Namun, lembaga tersebut terus memantau perkembangan indikator iklim global sebagai dasar penyusunan prakiraan cuaca dan musim.

Dampak yang Berpotensi Terjadi di Indonesia

Jika El Niño berkembang menjadi sangat kuat, sejumlah dampak yang berpotensi dirasakan Indonesia antara lain:

  • Musim kemarau berlangsung lebih lama.
  • Curah hujan menurun di berbagai wilayah.
  • Risiko kekeringan meningkat.
  • Ancaman kebakaran hutan dan lahan bertambah.
  • Produksi pertanian berpotensi menurun akibat keterbatasan air.
  • Pasokan air baku untuk rumah tangga dan irigasi dapat terganggu.

Namun, tingkat keparahan dampak akan berbeda di setiap daerah dan bergantung pada intensitas El Niño yang benar-benar terjadi.

Mengapa Malaysia Sudah Mengeluarkan Peringatan?

MetMalaysia mengambil langkah antisipatif karena berbagai model iklim internasional menunjukkan kemungkinan berkembangnya El Niño yang sangat kuat pada akhir 2026 hingga 2027.

Pemerintah Malaysia mulai mengingatkan sektor pertanian, pengelolaan air, dan penanggulangan bencana agar mempersiapkan langkah mitigasi sejak dini untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi.

Indonesia Perlu Tetap Waspada

Para ahli iklim menilai Indonesia juga perlu meningkatkan kewaspadaan meskipun belum ada kepastian mengenai intensitas El Niño pada 2027.

Pemantauan informasi resmi dari BMKG menjadi langkah penting agar masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dapat menyesuaikan strategi menghadapi kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang.

Karena fenomena iklim bersifat dinamis, prakiraan akan terus diperbarui seiring masuknya data terbaru dari pengamatan atmosfer dan lautan.