PRESSCORNER.ID – TOKYO. Investor asing ramai-ramai keluar dari bursa saham Jepang setelah menjual saham-saham Jepang pada kecepatan mingguan tercepat dalam sekitar tiga bulan di pekan yang berakhir 27 Juni 2026. Hal itu dilakukan untuk taking profit dari saham-saham teknologi di tengah valuasi yang melebar setelah kenaikan tajam pada kuartal lalu.
Di sisi lain, foreign outflow terjadi juga karena kegelisahan yang meningkat mengenai pengeluaran AI yang didanai melalui utang.
Kamis (2/7/2026), berdasarkan data Kementerian Keuangan terlihat, net sell asing mencapai 1,82 triliun yen atau setara US$ 11,20 miliar dari bursa saham Jepang selama minggu ini, yang merupakan penjualan bersih mingguan terbesar sejak 28 Maret.
Indeks Nikkei 225 menguat 37,21% pada kuartal II-2025, mendorong investor untuk mengunci keuntungan di saham-saham teknologi yang sedang naik daun pada minggu lalu.
Saham Kioxia dan Tokyo Electron masing-masing turun 15,12% dan 3,24%, sementara SoftBank Group merosot 12,45% di tengah laporan penundaan IPO OpenAI.
Sementara itu, obligasi jangka panjang Jepang mengalami arus keluar asing selama empat minggu berturut-turut, dengan jumlah total 493,7 miliar yen. Investor asing juga menjual surat utang jangka pendek senilai 2,43 triliun yen.
Di tempat lain, Investor Jepang membeli 147,7 miliar yen saham asing, menandai pembelian bersih mingguan kedua berturut-turut.
Di pasar obligasi luar negeri, investor Jepang menghentikan pembelian obligasi asing jangka panjang selama tiga minggu berturut-turut dengan penjualan bersih sebesar 280,1 miliar yen.











