PRESSCORNER.ID-JAKARTA. Rekor surplus neraca dagang selama enam tahun penuh akhirnya terputus. Rabu (1/7), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca dagang Indonesia Mei 2026 mencatat defisit US$ 1,61 miliar. Ini merupakan defisit pertama setelah neraca dagang mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Defisit neraca perdagangan Mei 2026 terutama dipicu oleh besarnya defisit pada sektor migas. “Komoditas migas mencatat defisit US$ 3,76 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, kemarin.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan











