PRESSCORNER.ID – Bank sentral China atau People’s Bank of China (PBOC) akan menambah instrumen reverse repo overnight dalam operasi pasar terbukanya mulai pekan depan.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan pengelolaan suku bunga jangka pendek sekaligus memastikan kecukupan likuiditas di sistem perbankan.
Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (25/6/2026), PBOC menyebut operasi reverse repo baru tersebut akan dilakukan pada 29 dan 30 Juni melalui mekanisme penawaran kuantitas dengan suku bunga tetap.
Kebijakan ini ditujukan untuk “memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek sistem perbankan dengan lebih baik.”
Langkah tersebut muncul sepekan setelah Gubernur PBOC Pan Gongsheng mengungkapkan, rencana bank sentral untuk memperluas jenis operasi reverse repo overnight guna memperkuat pengelolaan likuiditas di pasar keuangan China.
Reverse repo merupakan instrumen yang digunakan bank sentral untuk menyuntikkan dana ke sistem keuangan dengan membeli surat berharga dari lembaga keuangan dan menjualnya kembali pada waktu yang telah ditentukan.
Instrumen ini menjadi salah satu alat utama PBOC dalam menjaga stabilitas likuiditas dan suku bunga pasar uang.
Selain memperkenalkan reverse repo overnight, Pan Gongsheng juga mengungkapkan bahwa PBOC tengah mengkaji instrumen likuiditas baru yang ditujukan untuk membantu lembaga keuangan nonbank saat menghadapi kondisi krisis.
Menurut Pan, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mengurangi risiko moral hazard atau perilaku pengambilan risiko berlebihan karena adanya ekspektasi bantuan dari pemerintah atau bank sentral.
Kebijakan terbaru ini menunjukkan upaya otoritas moneter China untuk memperkuat fleksibilitas pengelolaan likuiditas di tengah tantangan pemulihan ekonomi dan dinamika pasar keuangan global yang masih bergejolak.











