BeritaInternasional

Harga Emas Bangkit dari Titik Terendah Sepekan Senin (22/6), Sentuh Level US$ 4.209

Avatar photo
9
×

Harga Emas Bangkit dari Titik Terendah Sepekan Senin (22/6), Sentuh Level US$ 4.209

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Bangkit dari Titik Terendah Sepekan Senin (22/6), Sentuh Level US$ 4.209


PRESSCORNER.ID – Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (22/6/2026), bangkit dari level terendah dalam lebih dari sepekan yang sempat disentuh pada sesi sebelumnya.

Penguatan logam mulia ini didorong oleh meredanya harga minyak mentah setelah Iran mengklaim adanya kemajuan dalam perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS).

Mengutip data perdagangan, harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 4.209,03 per ons troi pada pukul 01.12 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,5% ke level US$ 4.225,80 per ons troi.

Sentimen positif datang setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pembicaraan empat pihak yang berlangsung di Swiss menunjukkan kemajuan yang baik. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran, Press TV.

Perundingan damai antara Iran dan AS di Swiss memasuki hari kedua pada Senin (22/6), setelah pembukaan yang berlangsung tegang.

Ketegangan dipicu oleh pengumuman Teheran yang kembali menutup Selat Hormuz serta ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.

Kemajuan dalam negosiasi tersebut turut menekan harga minyak. Kontrak berjangka Brent turun 0,5% setelah muncul optimisme bahwa konflik di Timur Tengah dapat mereda.

Penurunan harga minyak membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi dan risiko suku bunga tinggi dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pasar masih mencermati arah kebijakan moneter AS. Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pekan lalu kembali menekankan risiko inflasi tanpa memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai syarat kenaikan suku bunga.

Sikap tersebut membuat investor memperkirakan kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi dalam waktu dekat, sehingga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Meski demikian, mayoritas lembaga keuangan global kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang 2026.

Proyeksi ini berbalik dari ekspektasi awal tahun yang memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga, seiring masih tingginya tekanan inflasi dan kuatnya pasar tenaga kerja AS.

Dari sisi permintaan fisik, minat terhadap emas di India terpantau moderat pada pekan lalu meski harga sempat turun ke level terendah dalam dua setengah bulan. Sementara itu, pasar emas di China mulai mencatatkan diskon harga.

Data bea cukai Swiss juga menunjukkan ekspor emas negara tersebut turun 9% pada Mei dibanding bulan sebelumnya. Penurunan pengiriman ke India dan Hong Kong lebih besar dibanding kenaikan ekspor ke Inggris dan China.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot melonjak 2,6% menjadi US$ 66,60 per ons troi. Platinum naik 1,3% ke US$ 1.684,85 per ons troi, sedangkan palladium menguat 1,5% ke US$ 1.276,88 per ons troi.