PRESSCORNER.ID – Indeks saham Jepang Nikkei menguat mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Jumat (29/5/2026), didorong optimisme terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah serta sentimen positif sektor kecerdasan buatan (AI) setelah laporan kinerja kuat dari Dell Technologies.
Melansir Reuters, indeks Nikkei sempat naik hingga 2,1% pada awal perdagangan menjadi 66.041,83, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang tercapai pada Rabu di level 66.428,81.
Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas naik hingga 1,5% menjadi 3.961,31, juga mendekati rekor tertinggi sebelumnya di level 3.971,77.
Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan melonggarkan pembatasan pelayaran.
Namun, Presiden Donald Trump disebut masih belum memberikan persetujuan akhir, sementara media pemerintah Iran menyatakan kesepakatan itu belum sepenuhnya final.
Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan pasar sempat berfluktuasi akibat beragam sinyal terkait perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran.
Meski demikian, secara mingguan Nikkei berada di jalur kenaikan sekitar 4,1%, sedangkan Topix menguat sekitar 1,5%.
Kinerja Nikkei yang lebih unggul didorong dominasi saham teknologi dan tingginya bobot saham-saham terkait AI, termasuk SoftBank Group.
Saham SoftBank melonjak 5,9% pada Jumat setelah Dell Technologies menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan.
Dell menyebut ekspansi pusat data pelanggan terus mendorong permintaan terhadap server berbasis AI.
Strategist Nomura Securities Wataru Akiyama mengatakan, komentar Dell yang menyebut belum ada tanda perlambatan permintaan AI menjadi pendorong utama kenaikan saham AI Jepang seperti SoftBank.
Selain itu, sinyal kemajuan negosiasi antara AS dan Iran juga memberikan rasa tenang bagi pasar dan mendukung penguatan saham secara lebih luas.
Dari 225 saham anggota Nikkei, sebanyak 173 saham menguat, 50 saham melemah, dan dua saham bergerak stagnan.
Produsen silikon Sumco melonjak lebih dari 18% dan menjadi saham dengan kenaikan terbesar di indeks Nikkei.
Namun, tidak semua saham terkait AI mengalami penguatan.
Produsen kabel pusat data Fujikura dan Furukawa Electric justru turun masing-masing 6,2% dan 4,6%, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terburuk di Nikkei pada perdagangan Jumat.











