Gaya Hidup

Arsenal Selangkah Lagi Ukir Sejarah, PSG Jadi Penghalang Terakhir

Avatar photo
9
×

Arsenal Selangkah Lagi Ukir Sejarah, PSG Jadi Penghalang Terakhir

Sebarkan artikel ini
Arsenal Selangkah Lagi Ukir Sejarah, PSG Jadi Penghalang Terakhir


PRESSCORNER.ID – Perjalanan panjang Arsenal untuk kembali ke puncak sepak bola Eropa akan mencapai titik penentuan pada Sabtu (30/5/2026) saat mereka menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions.

Klub asal London itu memburu gelar pertama mereka di kompetisi elite Eropa sekaligus menyempurnakan kebangkitan yang dibangun Mikel Arteta.

Arsenal datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menghentikan dominasi Manchester City dan merebut gelar Liga Inggris pertama mereka dalam 22 tahun pekan lalu.


Keberhasilan tersebut sekaligus menghapus label “hampir juara” yang selama ini membayangi Arteta dan skuadnya.


Kini, setelah tekanan besar dalam perburuan gelar Premier League terlepas, Arsenal membidik trofi bonus yang akan membawa mereka melampaui pencapaian legendaris skuad “Invincibles” Arsene Wenger musim 2003/2004.


Namun tantangan besar sudah menanti di Budapest. PSG asuhan Luis Enrique tampil impresif musim ini dengan kombinasi permainan atraktif, kecerdasan taktik, dan kerja keras kolektif.


Sama seperti saat kalah dari Barcelona asuhan Frank Rijkaard pada final Liga Champions 2006, satu-satunya final Eropa Arsenal sebelumnya The Gunners kembali datang sebagai tim yang sedikit kurang diunggulkan.


Meski begitu, Arsenal dinilai memiliki kemampuan untuk tampil maksimal di panggung terbesar.


Gaya bermain mereka yang mengandalkan pertahanan solid dan efektivitas bola mati mungkin tidak selalu menarik bagi semua pihak.


Namun, chant klasik “1-0 to the Arsenal” yang populer pada era George Graham kini kembali digaungkan dengan kebanggaan baru.


Arsenal mencatat delapan kemenangan dengan skor 1-0 di Premier League musim ini dan mengemas 19 clean sheet.


Di Liga Champions, mereka menjadi tim dengan jumlah nirbobol terbanyak, yakni sembilan kali, serta hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan tanpa kekalahan.


Sementara PSG memukau publik dengan permainan menyerang yang indah, Arsenal tetap percaya diri dengan pendekatan pragmatis mereka dan diyakini tidak akan mengubah formula sukses tersebut di partai final.


“Mencetak gol pertama akan sangat penting,” kata mantan gelandang Arsenal Paul Merson menjelang laga final.


“PSG pasti khawatir jika tertinggal 1-0 dari Arsenal karena mereka tahu akan sangat sulit membalikkan keadaan. Mereka akan takut kebobolan lebih dulu,” ujarnya.


Kekalahan Arsenal dari Barcelona pada final 2006 sempat diikuti pencapaian semifinal tiga tahun kemudian.


Namun setelah itu, Arsenal seperti hanya menjadi pelengkap di kompetisi elite Eropa dengan tujuh kali tersingkir beruntun di babak 16 besar, bahkan sempat gagal lolos ke Liga Champions selama lima musim.


Ketika Arteta kembali ke klub sebagai manajer pada 2019, Arsenal juga membutuhkan waktu untuk kembali menjadi kekuatan utama di Eropa.


Namun perkembangan mereka sejak saat itu dinilai sangat pesat.


Dua tahun lalu Arsenal tersingkir tipis dari Bayern Munich di perempat final. Musim lalu mereka mencapai semifinal sebelum kembali dikalahkan PSG asuhan Luis Enrique dalam duel ketat dua leg.


Arteta mengaku sangat kecewa atas kekalahan tersebut dan yakin pengalaman pahit itu akan membuat timnya semakin lapar untuk menaklukkan Eropa.


Kini Arsenal memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan itu sekaligus menyempurnakan perjalanan mereka dari tim “nyaris juara” menjadi kampiun Eropa.