BeritaInternasional

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Hampir Rampung

Avatar photo
9
×

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Hampir Rampung

Sebarkan artikel ini
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Hampir Rampung


PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman mengenai perdamaian dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan, di tengah laporan adanya kemajuan dalam perundingan yang dimediasi Pakistan.

Dalam unggahan media sosial pada Sabtu, Trump mengatakan kesepakatan yang sedang dibahas akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia yang sempat ditutup dan mengguncang pasar energi global setelah konflik pecah pada Februari lalu ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Trump tidak menjelaskan secara rinci isi lain dari kesepakatan tersebut. Ia hanya menyebut bahwa rincian akhir masih dibahas dan akan segera diumumkan.

Di sisi lain, kantor berita Fars milik Iran melaporkan pada Minggu dini hari bahwa kesepakatan itu akan memberi Iran kewenangan mengelola Selat Hormuz. Media tersebut juga menyebut pernyataan Trump bahwa kesepakatan hampir selesai sebagai sesuatu yang “tidak sesuai dengan kenyataan”.

Sebelumnya, Iran menyatakan sedang mengupayakan nota kesepahaman untuk mengakhiri perang setelah pejabat tinggi negara itu bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir.

Militer Pakistan mengatakan pembicaraan tersebut menghasilkan kemajuan yang menggembirakan menuju kesepahaman final. Dua sumber Pakistan yang terlibat dalam negosiasi menyebut rancangan kesepakatan itu cukup komprehensif untuk mengakhiri perang.

Menurut sumber Reuters, kerangka kesepakatan yang diusulkan akan berlangsung dalam tiga tahap, yakni mengakhiri perang secara resmi, menyelesaikan krisis di Selat Hormuz, serta membuka masa negosiasi selama 30 hari untuk mencapai perjanjian yang lebih luas dengan kemungkinan perpanjangan.

Sebelumnya pada Sabtu, Trump mengatakan kepada Axios bahwa dirinya akan memutuskan pada Minggu apakah akan melanjutkan serangan terhadap Iran. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa kesepakatan yang baik harus tercapai, jika tidak maka serangan akan kembali dilanjutkan.

Salah satu sumber Pakistan mengatakan belum ada jaminan Amerika Serikat akan menerima nota kesepahaman tersebut. Namun jika diterima, pembicaraan lanjutan akan dilakukan setelah libur Idul Adha berakhir pada Jumat mendatang.

Konflik ini turut memengaruhi popularitas Trump karena dampaknya terhadap kenaikan harga energi di Amerika Serikat. Trump bahkan membatalkan rencana menghadiri pernikahan putranya akhir pekan ini dan memilih tetap berada di Washington.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya melakukan pembicaraan telepon dengan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Turki, dan Pakistan. Menurut laporan Axios, para pemimpin tersebut mendorong Trump menerima kerangka kesepakatan yang sedang disusun.

Pakistan berupaya mempersempit perbedaan antara Iran dan Amerika Serikat setelah perang selama beberapa pekan menyebabkan jalur vital Selat Hormuz sebagian besar tertutup meskipun terdapat gencatan senjata yang rapuh.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kembali menegaskan syarat Washington untuk mengakhiri konflik, yakni Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, Selat Hormuz harus dibuka tanpa pungutan, dan Iran harus menyerahkan uranium yang telah diperkaya.

Rubio, yang sedang berkunjung ke India, mengatakan telah ada kemajuan dan proses negosiasi masih terus berjalan. Ia menyebut kemungkinan akan ada pengumuman penting dalam beberapa hari ke depan.

Iran sendiri membantah sedang mengembangkan senjata nuklir dan menegaskan bahwa pengayaan uranium dilakukan untuk kepentingan sipil. Teheran menuntut pengawasan terhadap Selat Hormuz, penghentian blokade AS terhadap pelabuhannya, serta pencabutan sanksi atas penjualan minyak Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan ketegangan mulai berkurang dalam sepekan terakhir meski masih ada sejumlah persoalan yang harus dibahas melalui mediator. Menurutnya, prioritas utama Iran adalah menghentikan ancaman serangan baru dari Amerika Serikat serta konflik yang masih berlangsung di Lebanon antara kelompok Hizbullah yang didukung Iran dan pasukan Israel di wilayah selatan negara itu.

Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, meninggalkan Teheran pada Sabtu setelah bertemu dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.

Qalibaf menegaskan Iran akan terus memperjuangkan hak-haknya yang sah baik melalui jalur diplomasi maupun di medan perang. Ia juga menuduh Amerika Serikat tidak dapat dipercaya dan memperingatkan bahwa jika perang kembali dimulai, konsekuensinya akan jauh lebih berat dibanding awal konflik.

Meski konflik telah berlangsung selama berminggu-minggu, Iran disebut masih mempertahankan persediaan uranium yang mendekati tingkat senjata nuklir, serta kemampuan rudal, drone, dan jaringan proksinya.