PRESSCORNER.ID-JAKARTA. Pemerintah menargerkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi pada tahun depan.
Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mencapai 5,8% hingga 6,5%.
Target pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4%.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan inflasi tetap terkendali pada kisaran 1,5% hingga 3,5% pada 2027.
Sementara itu, tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan berada di level 6,5% hingga 7,3%.
Di sektor eksternal, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.800 hingga Rp1 7.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
“Staregi fiskal dan moneter kita harus lah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita stabil dimata uang dunia,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Untuk sektor energi, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) diproyeksikan berada pada rentang 70 dolar AS hingga 95 dolar AS per barel.
Adapun lifting minyak mentah ditargetkan mencapai 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas bumi diperkirakan berada pada kisaran 934,000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari.











