PRESSCORNER.ID – Produksi batubara China turun tipis pada April 2026 di tengah menurunnya impor dan meningkatnya pembangkit listrik berbasis batubara.
Kondisi ini menunjukkan keseimbangan pasokan dan permintaan batubara di Negeri Tirai Bambu masih relatif ketat.
Berdasarkan data biro statistik nasional China yang dirilis Senin (18/5/2026), produksi batubara China pada April mencapai 385,63 juta ton, turun 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan rekor produksi pada Maret yang mencapai 440,62 juta ton.
Secara kumulatif, produksi batubara China sepanjang Januari-April 2026 tercatat sebesar 1,58 miliar ton, turun tipis 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Di sisi lain, produksi listrik termal China yang sebagian besar berasal dari pembangkit listrik tenaga batubara meningkat 3,1% pada April secara tahunan. Sepanjang empat bulan pertama tahun ini, produksi listrik termal naik 3,6%.
Sementara itu, impor batubara China pada April turun 14% secara tahunan menjadi 33,1 juta ton.
Adapun total impor batubara sepanjang Januari-April mencapai 149,4 juta ton atau turun 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan impor di tengah masih tingginya kebutuhan listrik mengindikasikan pasar batubara domestik China masih berada dalam kondisi pasokan yang ketat.











