PRESSCORNER.ID – 34, 17% pada tahun 2025. Capaian ini menempatkan Maluku Utara sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Untuk menjaga momen pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas unggul. Masalah kekurangan gizi pada bayi dan balita penyebab stunting dapat menjadi ancaman bagi tercapainya generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kontan – Harita Nickel Kilas Online.
© Foto oleh Harita Nickel
Di Maluku Utara, angka prevalensi stunting masih lebih tinggi dibandingkan nasional. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting Maluku Utara tercatat 23,2%, sedangkan rata-rata nasional 19,8%.
Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan akses layanan dasar, serta ketimpangan antarwilayah menjadi tantangan yang harus diatasi melalui kerja sama lintas sektor. Dampak nyata pendekatan kolaboratif ini antara lain terlihat dalam program Soligi Zero Stunting yang diinisiasi Harita Nickel.
Perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel yang terintegrasi ini berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan menurunkan angka stunting di wilayah operasionalnya di Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan. Program Soligi Zero Stunting mencakup pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, pelatihan kader posyandu, pembangunan Puskesmas Pembantu (PUSTU), serta penyediaan sumur air bersih komunal.
Selain memperkuat layanan kesehatan dasar, program ini juga membangun kapasitas masyarakat. Sebanyak 13 kader posyandu telah dilatih dalam pemantauan tumbuh kembang anak, 354 anak mendapatkan pendampingan, dan lebih dari 300 paket PMT didistribusikan untuk mendukung perbaikan gizi keluarga.
Hingga pertengahan 2025, sebanyak 21 dari 25 anak di Desa Soligi berhasil keluar dari status stunting dan menunjukkan perbaikan status gizi.
Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa program Soligi Zero Stunting telah dijalankan sejak 2022 dengan memadukan intervensi gizi, edukasi kesehatan, dan penguatan pelayanan kesehatan masyarakat. “Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami percaya, kesehatan anak adalah fondasi penting bagi masa depan yang lebih kuat dan sejahtera,” ujarnya.
Kontan – Harita Nickel Kilas Online
© Foto oleh Harita Nickel
Permukiman baru
Selain penurunan stunting, Harita Nickel turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat Halmahera Selatan dengan membantu relokasi warga di wilayah operasional perusahaan di Desa Kawasi ke permukiman baru. Berbagai fasilitas terintegrasi di permukiman ini meningkatkan kesehatan dan kenyamanan hidup warga Desa Kawasi.
Bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Harita Nickel menyediakan infrastruktur permukiman dengan fasilitas dasar yang lebih baik, termasuk listrik dan air bersih 24 jam. Lewat sinergi dengan pemerintah, perusahaan memastikan warga tidak hanya mendapatkan hunian yang layak, tetapi juga kepastian hukum atas aset mereka.
Pada November 2025, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menyerahkan 23 sertifikat hak milik atas tanah kepada warga. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Kepala Dinas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Halmahera Selatan, Iqbal Hi Mustafa. Sebanyak lima sertifikat telah diterbitkan sebelumnya pada Februari 2025.
Salah satu warga, Vera Baholo, menyampaikan rasa syukurnya atas kepastian hunian yang kini mereka miliki. “Puji syukur kepada Tuhan, kami telah menerima sertifikat tanah. Kami sangat bersyukur dapat tinggal dengan fasilitas yang sangat baik. Saya berharap warga yang masih berada di permukiman lama dapat segera ikut bergabung di sini agar mereka juga bisa merasakan hak yang sama,” ungkap Vera.
Kontan – Harita Nickel Kilas Online
© Foto oleh Harita Nickel
Memperkuat nilai spiritual
Guna memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat, Harita Nickel memberikan dukungan berupa pembangunan fasilitas beribadah bagi umat muslim dan umat kristiani di permukiman baru Desa Kawasi.
Pada Minggu, 21 Desember 2025, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, meresmikan tiga fasilitas Gereja Protestan Maluku (GPM), yakni Gedung Gereja Imanuel, Gedung Pastori, dan Gedung Serbaguna. Gereja Imanuel Kawasi memiliki luas bangunan 822 meter persegi.
Adapun Masjid Madinatul Hijrah diresmikan oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, pada 22 Januari 2026. Masjid Madinatul Hijrah dibangun sejak November 2021 dan selesai pada Juli 2022. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 2.267 meter persegi dan mampu menampung hingga 750 jemaah.
Hadirnya fasilitas beribadah di permukiman baru Desa Kawasi turut menegaskan komitmen Harita Nickel pada pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Bukan hanya aspek ekonomi dan infrastruktur yang diperkuat, melainkan juga nilai spiritual dan keharmonisan warga Desa Kawasi.
Permukiman baru yang dilengkapi dengan fasilitas ibadah mendapat respons positif dari tokoh agama setempat. Ketua Majelis Taklim Madinatul Hijrah, Siti Muhammad, mengungkapkan kenyamanan tinggal di permukiman baru yang dinilai lebih kondusif untuk kegiatan keagamaan, termasuk pendidikan anak.
“Menurut saya tidak ada alasan menolak tinggal di permukiman baru, karena dari segi apapun di sini jauh lebih baik dan lebih nyaman. Kegiatan keagamaan lebih hidup dan ibu-ibu juga semakin kompak,” tuturnya.











