BeritaSulawesi SelatanSulsel

Buku Anak Bertema Lingkungan Diluncurkan di MIWF, Angkat Isu Sampah Kota Makassar

Avatar photo
9
×

Buku Anak Bertema Lingkungan Diluncurkan di MIWF, Angkat Isu Sampah Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Buku Anak Bertema Lingkungan Diluncurkan di MIWF, Angkat Isu Sampah Kota Makassar


Presscorner.id — Setelah resmi diperkenalkan pada peluncuran perdana di kawasan Karebosi, Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa kembali memperkenalkan buku anak bertajuk Jelajah Hijau di Pantai Losari dalam rangkaian Makassar International Writers Festival yang berlangsung di Benteng Rotterdam, Sabtu (16/5/2026).

Peluncuran kedua ini menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi lingkungan kepada anak-anak melalui pendekatan literasi yang ringan, dekat, dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Makassar.

Buku tersebut dihadirkan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan kesadaran sejak dini terkait pentingnya menjaga lingkungan dan penanganan sampah di Kota Makassar.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Dinas Pariwisata Kota Makassar, Penerbit Erlangga, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, dan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Dalam sesi peluncuran, Melinda mengungkapkan rasa bahagianya dapat kembali memperkenalkan buku tersebut di acara literasi MIWF. Menurutnya, buku Jelajah Hijau di Pantai Losari lahir dari keresahan terhadap persoalan sampah yang perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini.

“Sejak tahun lalu kami bersama Penerbit Erlangga ingin mengangkat topik yang menarik untuk anak-anak Kota Makassar. Kemudian awal tahun ini kami sepakat mengangkat isu sampah karena ini menjadi perhatian serius, termasuk pemerintah pusat. Apalagi saya juga diberi amanah sebagai Ketua Dewan Lingkungan di Kota Makassar,” ujarnya.

Melinda menilai edukasi lingkungan perlu dimulai dari kebiasaan kecil di rumah maupun sekolah. Karena itu, buku ini dirancang agar anak-anak dapat memahami persoalan sampah dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

“Saya melihat masalah sampah ini harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak kita, supaya mereka punya kebiasaan baik sejak kecil dan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, proses kreatif buku tersebut dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Penerbit Erlangga, serta melibatkan Ria dari Makassar Creative Hub untuk menyusun konsep visual dan cerita yang dekat dengan keseharian anak-anak Makassar.

Melinda menyebut buku itu ditargetkan selesai bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional pada Mei 2026, dan berhasil rampung sesuai target.

Sementara itu, Ria mengaku antusias saat dipercaya ikut mengembangkan buku bertema lingkungan untuk anak-anak. Menurutnya, literasi anak dengan tema lingkungan masih sangat minim di Makassar sehingga buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu media edukasi yang relevan.

“Kami membuat ceritanya sesederhana mungkin supaya mudah dipahami anak-anak. Mulai dari alasan membuang sampah pada tempatnya sampai dampaknya terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, elemen visual dalam buku juga dibuat sangat dekat dengan suasana Kota Makassar, termasuk penggunaan warna tempat sampah yang disesuaikan dengan yang ada di lapangan agar anak-anak lebih familiar.

Karena menyasar anak usia TK hingga SD awal, buku tersebut didominasi ilustrasi dan aktivitas interaktif dengan teks yang ringan agar anak-anak lebih mudah memahami isi cerita.

“Kami tidak ingin sekadar menerbitkan buku, tapi benar-benar membangun pondasi edukasi lingkungannya sejak awal,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ita Isdiana Anwar, Jajaran Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Jajaran Pengurus Bunda PAUD Kota Makassar, para siswa siswi PAUD Negeri Kota Makassar, serta para orang tua murid.