PRESSCORNER.ID – NEW YORK. Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mempercepat rencana penawaran umum perdana (IPO) dan menargetkan pencatatan saham di bursa Nasdaq paling cepat pada 12 Juni 2026.
Langkah ini menjadikan salah satu debut pasar saham paling ditunggu dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, SpaceX kini menggeser jadwal IPO lebih awal dari rencana semula akhir Juni.
Perusahaan juga menargetkan prospektus dipublikasikan secepatnya pekan depan, disusul roadshow pada 4 Juni, dan penentuan harga saham sekitar 11 Juni 2026.
“Prosesnya dipercepat,” kata salah satu sumber, merujuk pada percepatan review dari regulator pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC).
IPO SpaceX hadir di tengah pemulihan pasar saham global yang sempat tertekan dalam dua tahun terakhir akibat volatilitas kebijakan perdagangan dan ketidakpastian geopolitik.
Kehadiran SpaceX diperkirakan akan menjadi magnet utama dalam kalender IPO tahun ini, yang juga disebut bakal diramaikan nama besar dari sektor kecerdasan buatan seperti Anthropic dan OpenAI.
Saham SpaceX nantinya disebut akan diperdagangkan dengan kode ticker SPCX.
Langkah SpaceX juga menjadi kemenangan strategis bagi Nasdaq yang bersaing ketat dengan New York Stock Exchange (NYSE) untuk menarik listing perusahaan raksasa teknologi.
Nasdaq belakangan mendorong aturan fast entry untuk mempercepat masuknya perusahaan besar ke indeks unggulannya, termasuk Nasdaq-100. Kebijakan ini membuat proses listing dan masuk indeks menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya.
SpaceX diperkirakan membidik penggalangan dana sekitar US$ 75 miliar dengan valuasi mendekati US$ 1,75 triliun. Jika terealisasi, IPO ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal global.
Valuasi tersebut juga melonjak signifikan dibanding penilaian sebelumnya sekitar US$ 1,25 triliun setelah penggabungan dengan perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, pada Februari lalu.
Untuk menopang aksi korporasi besar ini, sejumlah bank investasi raksasa seperti Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, JPMorgan, dan Goldman Sachs ditunjuk sebagai penjamin emisi utama, bersama 16 institusi keuangan lain dalam berbagai peran.
SpaceX, Nasdaq, maupun SEC belum memberikan komentar resmi terkait rencana ini.











