BeritaBisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Kuartal III 2026, BPS Ungkap Pendorong Utamanya

Avatar photo
0
×

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Kuartal III 2026, BPS Ungkap Pendorong Utamanya

Sebarkan artikel ini
Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Kuartal III 2026, BPS Ungkap Pendorong Utamanya


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan sejumlah indikator makroekonomi yang mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47% secara tahunan (year on year/yoy).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud memaparkan, dari sisi konsumsi masyarakat, BPS mencatat sejumlah indikator menunjukkan peningkatan aktivitas belanja.

“Dari sisi domestik, kinerja perekononomian pada triwulan III tahun 2026 ditopang oleh konsumsi masyarakat yang masih terjaga,” ujar Edy dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026).

Edy merinci, nilai transaksi barang dan jasa secara online melalui perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) tumbuh 22,02% secara tahunan.

Selain itu, nilai impor barang konsumsi meningkat 12,77% yoy. Volume penjualan sepeda motor dan mobil penumpang masing-masing tumbuh 8,92% dan 25,95%.

Aktivitas transaksi digital juga menunjukkan penguatan. Nilai transaksi uang elektronik tercatat tumbuh 29,23% secara tahunan.

Mobilitas masyarakat turut meningkat, tercermin dari aktivitas pariwisata dan perjalanan wisatawan nusantara serta kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama. Masing-masing indikator tersebut tumbuh 7,05% dan 3,89% secara tahunan.

Peningkatan mobilitas juga terlihat dari jumlah penumpang sejumlah moda transportasi. Angkutan sungai, danau, dan penyeberangan tumbuh 10,32%, angkutan rel 5,88%, serta angkutan laut 6,67% secara tahunan.

Dari sisi produksi, aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) total tercatat berada pada zona ekspansi selama Juli hingga September 2026, masing-masing sebesar 53,10, 52,30, dan 51,93.

Sementara itu, indeks aktivitas manufaktur Bank Indonesia (PMI BI) juga berada di zona ekspansi dengan capaian 52,28. Indikator IKBM yang disampaikan BPS juga berada di zona ekspansi sebesar 52,75.

Aktivitas produksi turut tercermin dari peningkatan impor bahan baku industri kategori primer dan proses, yang masing-masing tumbuh 69,28% dan 20,55% secara tahunan.

Penjualan listrik juga meningkat 9,21% yoy, terutama didorong oleh konsumsi listrik rumah tangga, bisnis, dan industri.

Sementara itu, dari sisi investasi, impor barang modal yang menjadi bagian dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 12,22% secara tahunan.

Realisasi investasi dalam negeri dan asing atau PMDN dan PMA juga tumbuh 7,59% yoy. Pertumbuhan tersebut didukung oleh investasi penanaman modal asing (PMA) yang meningkat 27,45%.

Belanja modal pemerintah turut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi. Belanja modal pemerintah dalam APBN tumbuh 20,15% secara tahunan. Adapun belanja modal pemerintah untuk konstruksi tercatat meningkat 63,65% yoy.

Selain konsumsi, produksi, dan investasi, stabilitas ekonomi juga menjadi salah satu faktor penopang kinerja perekonomian.

“Hasil dari stabilitas ekonomi juga turut menopang kinerja perekonomian triwulan III 2026 seperti kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, dengan inflasi pada Septemebr 2026 tercatat sebesar 3,28% yoy,” ujar Edy 

Di sisi moneter, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75% sepanjang kuartal III 2026 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Adapun secara nominal, produk domestik bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp 6.741 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp 3.633,2 triliun.

“Dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 tumbuh sebesar 5,47% secara tahunan dibandingkan kuartal III 2025. Jika dibandingkan dengan kuartal II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 1,59% secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), Secara kumulatif  ekonomi Indonesia hingga kuartal III 2026 tumbuh sebesar 5,45%,” pungkas Edy.