PRESSCORNER.ID – PHILADELPHIA. Ed Sheeran akhirnya meminta maaf terkait skandal pencoretan rapper Macklemore dari daftar penampil pembukanya. Ed juga akhirnya menyampaikan pandangannya terkait situasi di Gaza. Ini terjadi dalam konser Sheeran di Philadelphia, Sabtu (19/9/2026) malam waktu Amerika Serikat (AS), atau Minggu (20/9/2026) pagi waktu Indonesia.
Reuters melaporkan, mengakhiri sikap diamnya terkait masalah ini, penyanyi asal Inggris tersebut mengecam perlakuan Israel. Di awal konser di Lincoln Financial Field, Sheeran menyebut serangan Hamas pada Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 warga Israel sebagai peristiwa yang mengerikan.
Namun, ia menyebut perang yang dilancarkan Israel setelahnya, yang telah menewaskan ribuan orang di Gaza dan membuat hampir seluruh penduduknya mengungsi, sebagai tindakan yang membawa bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional.
“Saya harus mengambil dan membuat keputusan-keputusan sulit, saya melakukan kesalahan, dan saya sungguh, sungguh meminta maaf,” ujar Sheeran kepada penonton di Philadelphia, tempat ia tampil untuk pertama kalinya sejak Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur konser tersebut.
Sheeran juga mengecam hal yang ia sebut ketidakadilan sistemik di Tepi Barat, tempat pemerintah koalisi sayap kanan Israel telah membiarkan perluasan besar-besaran permukiman Yahudi.
Pernyataan pembuka sang pelantun lagu Thinking Out Loud tersebut menunjukkan perubahan sikap yang kontras dibandingkan pernyataannya sebelumnya. Saat kontroversi baru mencuat, Sheeran menulis di Instagram bahwa penonton konsernya tidak mengharapkan adanya forum politik.
Kontroversi seputar Sheeran bermula ketika Macklemore mengunggah pernyataan di Instagram bahwa pemilik New England Patriots, Robert Kraft, telah memberi tahu Sheeran bahwa Macklemore tidak diizinkan tampil di Stadion Gillette di Foxborough, Massachusetts. Stadio Gillette menjadi lokasi konser Sheeran pada tanggal 25 dan 26 September.
Ini lantaran Macklemore menyerukan “Free Palestine!” dalam konser 4 September di Stadion MetLife, New Jersey. Macklemore mengatakan, Kraft dan pemilik stadion lainnya telah memberi tahu Sheeran ia tidak akan diizinkan tampil di tempat mereka jika Macklemore tetap ikut dalam tur tersebut.
Para penampil pendukung lainnya dalam tur Ed Sheeran tersebut kemudian mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.
Meskipun akhirnya menuruti tuntutan pemilik stadion untuk mencoret Macklemore, Sheeran pada hari Sabtu menyatakan dirinya sangat prihatin terhadap praktik penyaringan konten penampil oleh pihak pengelola tempat konser. “Ini terjadi di banyak tempat tempat saya tampil di seluruh dunia, namun seharusnya tidak pernah terjadi di dunia yang bebas,” ujar Sheeran.











