Gaya Hidup

Coding dan AI Disebut Jadi Kebutuhan Baru di Dunia Pendidikan

Avatar photo
8
×

Coding dan AI Disebut Jadi Kebutuhan Baru di Dunia Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Coding dan AI Disebut Jadi Kebutuhan Baru di Dunia Pendidikan


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Perubahan kebutuhan tenaga kerja di tengah perkembangan ekonomi digital membuat keterampilan coding dan kecerdasan artifisial (AI) semakin relevan untuk diperkenalkan sejak bangku sekolah.

Penguasaan teknologi dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat digital, tetapi juga kemampuan menciptakan solusi dan memecahkan masalah.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam forum edukasi Acer Edu Tech 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026).


Forum yang mengangkat tema “Coding dan AI Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan” tersebut mempertemukan akademisi, pendidik, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk membahas kesiapan sekolah menghadapi perubahan teknologi.


Products & Solutions Director Acer Indonesia Riko Gunawan mengatakan, transformasi pendidikan perlu diarahkan agar teknologi tidak hanya menjadi perangkat pendukung kegiatan belajar, tetapi juga membantu membangun kompetensi yang dibutuhkan siswa di masa depan.


“Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut dapat digunakan untuk membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah,” kata Riko dalam keterangan resminya.


Menurut dia, coding dan AI dapat menjadi bagian dari proses tersebut karena mendorong siswa dan pendidik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi.


Dari sisi pendidikan, tantangannya bukan hanya menyediakan akses terhadap teknologi, tetapi juga memastikan kompetensi pendidik dan metode pembelajaran mampu mengikuti perkembangan kebutuhan ekonomi dan dunia kerja.


Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Widya Mandala Surabaya Prof. Anita Lie mengatakan, sekolah perlu memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan tanpa mengabaikan tujuan utama pendidikan.


“Teknologi, termasuk coding dan AI, perlu digunakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membentuk karakter siswa,” ujar Anita.


Dia menilai, transformasi pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh adopsi teknologi. Visi sekolah, kualitas pendidik, serta ekosistem pembelajaran menjadi faktor yang menentukan agar teknologi dapat memberikan manfaat dalam proses belajar.


Sementara itu, Guru Besar Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Andi Kristanto membahas pentingnya pembelajaran AI dan coding dalam dunia pendidikan.


Forum tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur, termasuk kepala sekolah, guru, pengelola institusi pendidikan, akademisi, serta perwakilan pemerintah.


Pembahasan mencakup kesiapan sekolah, peningkatan kompetensi pendidik, serta pendekatan pembelajaran yang diperlukan untuk mengintegrasikan coding dan AI. Peserta juga memperoleh perspektif mengenai penerapan teknologi dari sisi konsep hingga praktik di ruang kelas.


Bagi dunia pendidikan, pengembangan kompetensi digital menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan struktur ekonomi.


Perkembangan AI berpotensi mengubah jenis pekerjaan sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kemampuan teknologi, analitis, dan pemecahan masalah.


Acer menyatakan, kegiatan Acer Edu Tech merupakan bagian dari inisiatif Acer for Education. Melalui program tersebut, perusahaan mendorong pengembangan kapasitas pendidik dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran melalui kolaborasi dengan akademisi, pemerintah, dan komunitas pendidikan.