PRESSCORNER.ID – Penyanyi pop asal Inggris Ed Sheeran menegaskan keputusan mengeluarkan rapper asal Amerika Serikat (AS) Macklemore dari rangkaian tur konsernya di AS bukan berasal darinya.
Melansir Reuters, Sheeran mengatakan keputusan tersebut dibuat oleh promotor tur.
Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah musisi yang menjadi penampil pembuka dalam tur Sheeran mengumumkan pengunduran diri sebagai bentuk dukungan kepada Macklemore dan Palestina.
“Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya,” kata Sheeran melalui unggahan di Instagram, Selasa (15/9/2026).
Macklemore sebelumnya dicoret dari tur AS Sheeran setelah menyampaikan pernyataan pro-Palestina dan meneriakkan “Free Palestine” saat konser pada 4 September di New Jersey.
Promotor tur AS Sheeran, Messina Touring Group, mengatakan kepada Rolling Stone bahwa pemilik sejumlah venue yang akan menjadi lokasi konser memberi tahu promotor bahwa mereka tidak mengizinkan pertunjukan berlangsung apabila Macklemore tetap masuk dalam daftar penampil.
Sheeran mengatakan, sejumlah venue juga memperingatkan bahwa konser mendatang dapat dibatalkan apabila Macklemore tetap bergabung dalam tur.
Dalam pernyataannya, Sheeran mengaku menghormati sikap Macklemore yang secara terbuka menyuarakan keyakinannya. Namun, ia mengatakan memiliki pendekatan berbeda terkait isu politik.
“Saya menghormati kekuatan tujuan Macklemore untuk membela dan menyuarakan apa yang dia yakini,” ujar Sheeran.
Menurut Sheeran, dirinya memilih untuk tidak menggunakan platform profesionalnya sebagai musisi untuk kepentingan politik.
Sejumlah Musisi Mundur
Kontroversi tersebut kemudian merembet ke sejumlah penampil dalam tur Sheeran.
Musisi Finneas, band asal Denmark Lukas Graham, penyanyi sekaligus penulis lagu Aaron Rowe, serta band tradisional Irlandia Beoga menyatakan mundur dari tur pada Selasa.
Mereka menyatakan dukungan kepada Macklemore dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
“Para artis tidak boleh dibungkam ketika mereka berbicara untuk mereka yang tertindas,” kata Finneas dalam pernyataan pengunduran dirinya.
Rowe dan Beoga juga menyinggung sejarah kolonialisme Irlandia dalam menjelaskan keputusan mereka meninggalkan tur tersebut.
Macklemore selama ini dikenal sebagai musisi yang vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina serta mengkritik serangan Israel di Gaza dan pendudukan Tepi Barat.
Pada 2024, Macklemore merilis lagu “Hind’s Hall”, yang menjadi lagu protes untuk mendukung demonstran pro-Palestina sekaligus mengenang Hind Rajab, anak perempuan Palestina berusia lima tahun yang tewas di Gaza.
Perdebatan soal Antisemitisme
Pernyataan Macklemore mendapat dukungan dari sejumlah kelompok advokasi pro-Palestina, musisi dan politikus.
Mereka menilai pernyataan Macklemore membantu meningkatkan perhatian terhadap penderitaan warga Palestina.
Di sisi lain, kelompok pro-Israel dan penyanyi Amerika Serikat Pink, yang merupakan keturunan Yahudi, menilai pernyataan Macklemore dalam konser berpotensi memengaruhi keamanan warga Yahudi dan pendukung Israel yang menghadiri acara tersebut.
Kritik terhadap Macklemore juga dikaitkan dengan kostum yang dikenakannya pada 2014.
Saat itu, ia mengenakan wig hitam, janggut dan hidung palsu berbentuk bengkok yang oleh para pengkritiknya dinilai menggunakan stereotip antisemitisme. Macklemore kemudian meminta maaf atas penggunaan kostum tersebut.
Pada Senin (14/9), Macklemore membantah bahwa pernyataannya dalam konser bersifat antisemit. Ia mengatakan menyamakan kritik terhadap tindakan Israel dengan antisemitisme dapat mengalihkan perhatian dari pertanggungjawaban Israel atas tindakannya.
Sheeran juga mengatakan telah berbicara dengan miliarder Robert Kraft terkait persoalan tersebut.
Kraft sebelumnya mengatakan dirinya merasa memiliki tanggung jawab untuk bersuara ketika menurutnya sebuah batas telah dilampaui.











