BeritaInternasional

Dari Passion ke Profesi, TikTok LIVE Dorong Kreator Naik Kelas

Avatar photo
10
×

Dari Passion ke Profesi, TikTok LIVE Dorong Kreator Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Dari Passion ke Profesi, TikTok LIVE Dorong Kreator Naik Kelas


PRESSCORNER.ID – BANGKOK. Jadi kreator LIVE kini bukan cuma soal tampil di depan kamera dan mengejar penonton. Di balik kreator yang berkembang, ada proses training, pendampingan, pengembangan konten hingga dukungan bisnis yang membuat aktivitas LIVE bisa menjadi sebuah profesi.

Hal ini menjadi salah satu fokus TikTok seiring semakin berkembangnya ekosistem LIVE. Head of Southeast Asian Communications TikTok, Anggini Setiawan, mengatakan audiens kini tak lagi hanya ingin menonton, tetapi juga ingin berinteraksi dan ikut membentuk pengalaman secara langsung.

“Audiens kini tidak lagi hanya ingin menonton, tetapi semakin ingin ikut berpartisipasi,” ujar Anggini dalam media roundtable di acara Creator Networks Global Summit yang dihadiri KONTAN di Bangkok, Selasa (15/9/2026).

Head of Live Creative Networks Product and Strategy TikTok, Claire Lee, mengatakan lebih dari 240 juta kreator melakukan LIVE di TikTok secara global sepanjang 2025.

Menurut Claire, angka tersebut menunjukkan LIVE semakin menjadi bentuk ekspresi yang mainstream. Namun, memperbesar skala bukan menjadi tujuan utama TikTok.

“Menjadi lebih besar bukanlah tujuan kami. Yang penting sekarang adalah membantu kreator meningkatkan keterampilan, memperkuat komunitas mereka, dan mengubah passion mereka menjadi jalur karier yang berkelanjutan,” kata Claire.

Creative network jadi growth partner

Dalam ekosistem tersebut, creative network berperan membantu kreator berkembang secara lebih profesional.

Founder creative network asal Inggris, HeyHoney, Hannah Norman, mengatakan network membantu kreator melalui training, arahan dan dukungan agar mereka dapat melihat LIVE bukan sekadar aktivitas, tetapi sebagai peluang karier.

Hannah sendiri sebelumnya merupakan kreator. Ia mengatakan pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya dukungan dalam perjalanan seorang kreator.

Di Thailand, CEO Milestone Leading Chokchai Tonganan atau Khun Cho mengatakan dukungan kepada kreator dilakukan mulai dari briefing, perencanaan konten, training, coaching hingga persiapan sebelum LIVE, termasuk kostum, makeup dan gaya rambut.

Network juga melakukan evaluasi rutin untuk melihat perkembangan setiap kreator.

Menurut Khun Cho, pendekatan lokal penting karena karakter audiens dan tren konten di setiap pasar berbeda. Kreator juga perlu membawa identitas dan budaya lokal ke dalam konten.

Bukan sekadar menambah jumlah kreator

Partner Kearney Hadi Hammoud mengatakan pertumbuhan livestreaming membutuhkan lebih dari sekadar talenta kreator.

Industri yang semakin matang, menurut dia, membutuhkan infrastruktur seperti fasilitas produksi, training, serta standar operasional agar kreator dapat membangun karier yang berkelanjutan.

“Bakat kreator bukanlah satu-satunya bagian dari industri ini. Setiap industri yang sudah matang, agar dapat berhasil, membutuhkan infrastruktur dasar yang kuat,” ujar Hadi.

Hadi juga menyebut riset Kearney menunjukkan pasar livestreaming global telah melampaui US$ 100 miliar pada 2024 dan diperkirakan mencapai lebih dari US$ 340 miliar pada 2030.

Sementara itu, Claire mengatakan TikTok LIVE kini bekerja dengan lebih dari 21.000 creative network di berbagai pasar global. TikTok menyediakan tools, standar dan pembelajaran lintas wilayah agar network dapat mengembangkan model yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

AI bantu network, hubungan manusia tetap penting

TikTok juga memperkenalkan AI assistant bernama Live Bax dalam summit tersebut. Teknologi ini dirancang membantu creative network mengelola informasi, memantau performa kreator dan membuat keputusan secara lebih efisien.

Hannah menilai AI dapat membantu pekerjaan administratif dan analisis data sehingga creative manager bisa lebih fokus mendampingi kreator.

Tonton: Uni Eropa Perketat Pengawasan, TikTok Diduga Langgar Aturan Keamanan Anak

Namun, ia menekankan hubungan manusia tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem tersebut.

“Saya tidak ingin AI menghilangkan hubungan yang begitu penting itu karena, sekali lagi, saya tahu sebagai kreator bahwa hubungan dan dukungan itulah yang paling berarti,” kata Hannah.

Bagi TikTok, profesionalisasi LIVE pada akhirnya bukan hanya soal memperbesar jumlah kreator, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan, komunitas dan karier secara berkelanjutan.