BeritaInternasional

Diancam Mogok Kerja, Perusahaan Chip Ini Janji Beri Bonus Besar, Hampir Rp 2 Miliar

Avatar photo
14
×

Diancam Mogok Kerja, Perusahaan Chip Ini Janji Beri Bonus Besar, Hampir Rp 2 Miliar

Sebarkan artikel ini
Diancam Mogok Kerja, Perusahaan Chip Ini Janji Beri Bonus Besar, Hampir Rp 2 Miliar


PRESSCORNER.ID – Taipe – Produsen chip asal Amerika Serikat (AS), Micron Technology, menyiapkan bonus fantastis bagi karyawannya di Taiwan untuk tahun fiskal 2026. Nilai bonus tersebut setara dengan 35 hingga 68 bulan gaji.

Kebijakan ini diumumkan di tengah perselisihan antara manajemen Micron dan serikat pekerja di Taiwan yang masih berlangsung.

Melalui paket imbalan tersebut, kompensasi tunai minimum yang diterima karyawan Micron di Taiwan mencapai 1,7 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp 944 juta.

Reuters melaporkan, Micron menyebut insentif tersebut sebagai pembayaran terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Selain karyawan di Taiwan, lebih dari 60.000 staf Micron di seluruh dunia juga akan menerima imbalan untuk tahun fiskal 2026.

Rincian bonus karyawan Micron di Taiwan

Paket kompensasi yang diumumkan Micron mencakup bonus tunai dan hibah ekuitas bagi karyawan di Taiwan.

Berikut rincian imbalan yang disiapkan perusahaan:

  • Bonus tunai: Sebesar 1 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp 555 juta bagi karyawan yang bergabung sebelum 29 Agustus 2025.
  • Kompensasi insinyur pemula: Total imbalan rata-rata mencapai 3,4 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp 1,8 miliar.
  • Kompensasi tunai insinyur pemula: Rata-rata sebesar 2,9 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp 1,6 miliar.
  • Hibah ekuitas: Sisa imbalan bagi insinyur pemula diberikan dalam bentuk hibah ekuitas berdasarkan nilai penetapan.
  • Hibah ekuitas tahunan: Seluruh staf Micron dipastikan memperoleh hibah ekuitas tahunan.

Nilai kompensasi tersebut menjadi bagian dari penghargaan perusahaan atas kinerja tahun fiskal 2026 yang disebut luar biasa.

Tonton: MBS Minta Bantuan Trump Hadapi Houthi, AS Kirim Panglima CENTCOM

Serikat pekerja Micron tetap ancam mogok kerja

Pengumuman bonus besar ini belum menyelesaikan perselisihan antara Micron dan serikat pekerja di Taiwan.

Serikat pekerja Taoyuan, yang mewakili sekitar dua pertiga tenaga kerja Micron di Taiwan, sebelumnya telah memberikan sinyal dukungan luas untuk menggelar aksi mogok kerja.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (11/9/2026), serikat pekerja Taoyuan menyatakan belum ada kesepakatan yang dicapai dengan manajemen Micron.

Serikat pekerja tetap menuntut perubahan sistem imbalan, termasuk alokasi 15% dari laba operasional perusahaan untuk bonus karyawan.

“Jika perusahaan tidak merespons tuntutan ini, serikat pekerja akan terus bergerak menuju aksi mogok kerja,” tegas pihak serikat pekerja Taoyuan.

Dengan demikian, pemberian bonus besar oleh Micron belum otomatis mengakhiri tuntutan serikat pekerja mengenai pembagian keuntungan perusahaan.

Micron miliki 15.000 karyawan di Taiwan

Taiwan menjadi salah satu pusat manufaktur penting bagi Micron. Perusahaan saat ini mempekerjakan sekitar 15.000 orang di wilayah tersebut.

Nilai investasi Micron di Taiwan disebut telah melampaui 1,6 triliun dollar Taiwan.

Taiwan juga memiliki peran strategis dalam industri semikonduktor global, sehingga stabilitas operasional dan hubungan industrial di fasilitas manufaktur Micron menjadi perhatian penting.

Tonton: Sisa Kuota Tak Boleh Hangus, Ini Respons Telkomsel

Belajar dari perselisihan Samsung Electronics

Langkah Micron memberikan imbalan besar kepada karyawan Taiwan dilakukan setelah perselisihan ketenagakerjaan yang melibatkan rivalnya asal Korea Selatan, Samsung Electronics.

Pada Mei, rencana mogok kerja selama 18 hari oleh sekitar 48.000 anggota serikat pekerja Samsung dibatalkan pada menit-menit terakhir.

Pembatalan tersebut terjadi setelah negosiasi menghasilkan kesepakatan mengenai akumulasi bonus sebesar 10,5% dari laba operasional divisi chip Samsung.

Sebelumnya, serikat pekerja Micron di Taiwan juga menyoroti sistem pembagian keuntungan di Samsung dan SK Hynix.

Menurut serikat pekerja, skema pembagian keuntungan kedua perusahaan Korea Selatan tersebut telah memperlebar kesenjangan pendapatan antara pekerja Micron dan rekan-rekan mereka di Korea Selatan.

Dengan paket imbalan tahun fiskal 2026, Micron berupaya mempertahankan tenaga kerja dan menghindari gangguan operasional akibat perselisihan industrial. Namun, tuntutan serikat pekerja Taiwan terkait alokasi laba operasional masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan.